Progres Sekolah Rakyat Medan Tuntungan Capai 73 Persen, Warga Sekitar Mulai Rasakan Dampak Pembangunan

Penulis: Yasir  •  Jumat, 22 Mei 2026 | 14:04:46 WIB
Progres pembangunan Sekolah Rakyat Medan Tuntungan telah mencapai 73 persen per Mei 2026.

MEDAN — Pemerintah Kota Medan mengklaim pembangunan Sekolah Rakyat di Kelurahan Tanjung Selamat, Kecamatan Medan Tuntungan, telah mencapai 73 persen dalam hitungan bulan sejak konstruksi dimulai pada akhir 2025. Progres ini dinilai melampaui ekspektasi awal mengingat luas lahan dan kompleksitas proyek.

Wakil Wali Kota Medan, Rico Tri Putra Bayu Waas, saat meninjau lokasi proyek, mengaku terkejut dengan kecepatan pengerjaan. “Ini progres yang sangat luar biasa. Dalam waktu singkat sudah mencapai 73 persen untuk kawasan seluas enam hektare,” ujarnya.

Bukan Sekadar Gedung, Infrastruktur Penunjang Turut Disiapkan

Pemerintah kota tidak hanya fokus pada bangunan utama. Dinas terkait mulai menyiapkan peningkatan akses jalan, pembangunan drainase, dan pemasangan lampu penerangan di sekitar lokasi. Langkah ini diambil karena kawasan tersebut sebelumnya memiliki keterbatasan infrastruktur pendukung.

“Kami tidak ingin hanya gedungnya yang bagus, tetapi akses menuju sekolah juga harus nyaman dan aman,” kata Rico Waas. Bagi warga, proyek ini membawa harapan baru sekaligus konsekuensi perubahan lingkungan. Seorang warga sekitar menyebut kawasan itu pasti akan lebih ramai dan berkembang jika sekolah jadi beroperasi.

Konsep Inklusif untuk Kelompok Ekonomi Rentan

Sekolah Rakyat didesain bukan sebagai proyek infrastruktur pendidikan biasa. Pemerintah menempatkannya sebagai instrumen keadilan akses pendidikan bagi anak-anak dari keluarga kurang mampu yang selama ini sulit menjangkau fasilitas berkualitas. Konsep ini mencakup fasilitas belajar, pelatihan, dan pengembangan karakter.

Namun, pengamat pendidikan di Medan mengingatkan agar pemerintah tidak hanya terpaku pada kecepatan pembangunan fisik. “Bangunan megah saja tidak cukup. Yang lebih penting adalah kualitas pengajaran, keberpihakan kepada siswa, dan keberlanjutan programnya,” ujar seorang pengamat setempat.

Target Ketat dan Tantangan Pengawasan

Dengan target rampung pada 20 Juni 2026, proyek ini berjalan dalam tempo tinggi. Kekhawatiran publik soal kualitas bangunan pun muncul. Rico Waas memastikan detail pengerjaan terlihat rapi dan terkonsep. Pemerintah kota juga melibatkan sejumlah organisasi perangkat daerah untuk mengawal proses konstruksi.

Di sisi lain, kesiapan tenaga pengajar dan sistem pendidikan menjadi pekerjaan rumah yang belum tuntas. Masyarakat berharap sekolah ini benar-benar menjawab kebutuhan pendidikan warga kecil, bukan sekadar proyek simbolis yang megah di atas kertas.

Reporter: Yasir
Sumber: galasibot.co.id This article was automatically rewritten by AI based on the source above without altering the facts of the original article.
Back to top