MEDAN — Ancaman kekeringan akibat El Nino yang diprediksi melanda Sumatera Utara mulai direspons dengan kesiapan peralatan dan personel di lapangan. Dinas Pertanian dan Ketahanan Pangan Sumut mencatat ribuan pompa air telah tersebar di daerah-daerah sentra produksi pangan sejak 2024 hingga 2025.
“Kita sudah menyiapkan langkah antisipasi agar produksi pangan tetap terjaga,” ujar Sekretaris Dinas Pertanian dan Ketahanan Pangan Sumut, Yusfahri Parangin-angin, saat temu pers di Lobby Dekranasda Sumut, Kantor Gubernur Sumut, Rabu (20/5).
Langkah mitigasi tidak hanya mengandalkan alat. Enam Brigade Proteksi Tanaman yang tersebar di berbagai kabupaten/kota telah disiagakan untuk merespons ancaman secara cepat. Tim ini dirancang untuk bergerak ke lokasi terdampak baik kekeringan maupun banjir yang bisa merusak tanaman pangan.
“Brigade ini seperti pemadam kebakaran. Mereka bergerak cepat ketika ada ancaman terhadap tanaman, baik karena kekeringan maupun banjir,” kata Yusfahri.
Distribusi 2.500 pompa air menjadi tulang punggung utama strategi menghadapi musim kering. Yusfahri menegaskan bahwa seluruh pompa yang telah disalurkan ke daerah terus dipantau kondisinya agar benar-benar dimanfaatkan petani saat dibutuhkan.
“Ini bentuk kesiapsiagaan kita menghadapi El Nino. Pompa yang sudah disalurkan harus siap digunakan kapan saja,” tegasnya.
Langkah ini diambil setelah Kementerian Pertanian mengeluarkan peringatan dini terkait ancaman penurunan produksi pangan akibat cuaca kering berkepanjangan. Sumatera Utara menjadi salah satu provinsi yang waspada karena kontribusinya terhadap pasokan pangan nasional.
Pemprov Sumut berharap berbagai langkah mitigasi yang sudah berjalan mampu menahan dampak El Nino sehingga produksi pangan tetap stabil dan tidak memicu gangguan pasokan di tengah masyarakat. “Kita berharap produksi tetap terjaga dan upaya yang dilakukan bisa memberi hasil maksimal,” pungkas Yusfahri.