Pencarian

Bluesky Blokir Tautan Data Bocor 40.000 Pegawai DHS AS

Kamis, 29 Oktober 2026 • 20:49:01 WIB
Bluesky Blokir Tautan Data Bocor 40.000 Pegawai DHS AS
Bluesky memblokir akses ke tautan situs DDoSecrets yang memuat data bocor pegawai DHS AS.

SUMATERA UTARA — Bluesky memblokir akses pengguna ke situs DDoSecrets yang memuat data bocor lebih dari 40.000 akun pegawai Departemen Keamanan Dalam Negeri (DHS) Amerika Serikat. Langkah platform media sosial itu diambil setelah DHS mengirim surat permintaan takedown melalui vendor keamanan ZeroFox, sementara pakar transparansi menilai data tersebut justru penting untuk pengawasan pemerintah.

Kebocoran data yang menimpa sistem login DHS pertama kali dilaporkan TechCrunch dan sejumlah media lain. Peretas disebut memperoleh lebih dari 40.000 catatan akun milik pegawai dan agen dari berbagai badan di bawah DHS, termasuk Customs and Border Protection (CBP) dan Immigration and Customs Enforcement (ICE).

Informasi yang bocor mencakup nama, nomor telepon kantor, hingga alamat email yang diterbitkan pemerintah untuk keperluan dinas. Isinya mirip dengan data yang biasa tercantum di kartu nama pegawai. Kelompok transparansi nirlaba DDoSecrets lantas mempublikasikan dataset tersebut untuk kepentingan publik.

Apa Isi Data yang Bocor?

Menurut laporan TechCrunch, data yang terekspos tergolong informasi kontak profesional, bukan alamat rumah atau kontak pribadi. Hal ini ditegaskan salah satu pendiri sekaligus jurnalis DDoSecrets, Emma Best.

"Data tersebut berisi informasi kontak profesional pegawai pemerintah pada saat kepentingan publik terhadap informasi itu belum pernah setinggi ini," kata Best, seperti dikutip TechCrunch.

Best menambahkan, pemerintah sendiri mewajibkan publik menyertakan informasi serupa saat mengajukan permintaan dokumen lewat Freedom of Information Act (FOIA). Karena itu, data kontak dinas dinilai menjadi bagian penting dari jalur transparansi yang ingin didorong pemerintah.

Mengapa Bluesky Memilih Memblokir Tautan?

Pengguna melaporkan bahwa tautan menuju situs DDoSecrets ditandai sebagai "malicious" tak lama setelah kabar peretasan DHS mencuat. Juru bicara Bluesky kepada Wired menyatakan data yang terekspos melanggar pedoman komunitas platform. Bluesky memilih memblokir tautan ketimbang menghapus unggahan pengguna.

Keputusan itu menuai kritik karena dianggap menghambat akses publik ke informasi yang relevan. Hingga berita ini ditulis, Bluesky belum memberikan tanggapan tambahan di luar jam kerja kantor wilayah barat AS.

DHS Kirim Surat Takedown lewat ZeroFox

DHS membenarkan adanya potensi kebocoran dan menyatakan tengah menangani situasi tersebut secara cepat. Juru bicara departemen itu mengatakan pihaknya "menyadari adanya potensi pelanggaran dan aktif bekerja mengatasi situasi secara cepat dan efektif".

Selain memblokir tautan, DHS mengirim permintaan takedown melalui ZeroFox, vendor keamanan yang memiliki kewenangan bertindak atas nama departemen hingga 2028. Surat tersebut meminta registrar domain "menghentikan penyajian data kontak pribadi dan lokasi individu yang tidak menyetujui publikasinya".

Situs pencarian data buatan jurnalis maia arson crimew, Icepick, tidak lagi dapat diakses per Kamis pagi waktu setempat. Catatan internet pada domain tersebut menunjukkan status "serverHold", yang umumnya berarti registrar mengunci atau menutup domain. CentralNic selaku pengelola domain dan ZeroFox belum merespons permintaan komentar TechCrunch.

Data Masih Bisa Diakses Secara Lokal

Meski situs pencarian diblokir, crimew menyiapkan versi data yang di-host secara lokal. Siapa pun masih bisa mengakses salinan data itu di komputer masing-masing tanpa melalui situs yang diblokir.

Peneliti yang menyelidiki penyalahgunaan wewenang pemerintahan menilai dataset ini bernilai besar. Data tersebut dapat dipakai untuk mengajukan permintaan catatan resmi ke pemerintah melalui jalur akses informasi publik.

Bagi pengguna media sosial di Indonesia, kasus ini memperlihatkan bagaimana platform bisa memilih memblokir tautan ketimbang menghapus konten saat menghadapi tekanan hukum. Keputusan semacam ini biasanya mengacu pada pedoman komunitas dan permintaan resmi otoritas, bukan semata penilaian teknis atas keamanan tautan.

Follow inisumut.com

Add this site to your preferred sources on Google

Add to preferred sources
Bagikan
Sumber: techcrunch.com

This article was automatically rewritten by AI based on the source above without altering the facts of the original article.

Berita Lainnya

Indeks

Pilihan

Indeks

Berita Terkini

Indeks