KARO — Peninjauan berlangsung di tengah aktivitas panen buah salak milik warga. Raja Edward berdialog langsung dengan para petani yang mengeluhkan kondisi jalan menuju kebun yang sulit dilalui, terutama saat musim hujan.
Keluhan itu datang salah satunya dari Identa Sebayang, petani yang mengelola kebun salak dengan buah lebat dan rasa manis. Identa menyebut akses menuju lahan masih berlumpur sehingga rawan dan menghambat aktivitas pertanian.
Dampaknya terasa pada biaya logistik. Ongkos angkut hasil panen dan pengangkutan pupuk ke lahan ikut naik karena jalur yang ditempuh tidak memadai.
Jalan Perladangan Diusulkan Jadi Jalan Usaha Tani
Menanggapi keluhan warga, Raja Edward menyatakan keseriusannya menindaklanjuti aspirasi petani. Ia menyebut persoalan akses jalan perladangan akan dibawa ke Dinas Pertanian.
"Ini catatan bagi saya agar jalan perladangan Uruk Pametar diusulkan ke Dinas Pertanian sebagai Jalan Usaha Tani (JUT)," ujar Raja Edward.
Ia menegaskan perlunya memaksimalkan alokasi anggaran untuk pembangunan JUT. Menurutnya, langkah itu bisa mengurangi beban biaya angkut sekaligus mendukung produktivitas petani.
Infrastruktur Pertanian Diminta Jadi Prioritas
Selain pengadaan pupuk dan benih yang terus didorong pemerintah kabupaten, Raja Edward menilai peningkatan infrastruktur pertanian harus menjadi prioritas. Akses jalan yang memadai diharapkan menekan biaya produksi dan menaikkan hasil panen.
"Tanah Karo mayoritas dikelola petani; sudah sewajarnya dana pembangunan JUT dimaksimalkan untuk meringankan beban mereka," kata politisi tersebut.
Kecamatan Tigabinanga sendiri dikenal sebagai salah satu sentra jagung di Kabupaten Karo. Sejumlah petani di wilayah itu juga mengembangkan komoditas lain, termasuk salak.
Warga Berharap Usulan Segera Direalisasikan
Kehadiran anggota DPRD dimanfaatkan warga untuk menyampaikan berbagai keluhan dan bertukar informasi secara langsung. Diskusi berlangsung hangat dan konstruktif.
Warga berharap perbaikan jalan menuju perladangan segera terwujud. Akses yang lancar dinilai krusial agar biaya pengangkutan hasil panen maupun pupuk bisa ditekan.
Mereka juga menanti tindak lanjut konkret dari Raja Edward Sebayang melalui usulan pembangunan infrastruktur ke pemerintah daerah.