SIDIKALANG — Wahyu menyampaikan bahwa kemajuan Kabupaten Dairi bukan tanggung jawab pemerintah semata. Persatuan dan gotong royong, katanya, menjadi fondasi yang menentukan seberapa cepat pembangunan bisa dirasakan warga.
Upacara berlangsung di Sidikalang dengan dua momentum sekaligus: peringatan Hari Kesaktian Pancasila dan Hari Jadi Kabupaten Dairi ke-79. Hari Kesaktian Pancasila tahun ini mengangkat tema "Pancasila Pemersatu Bangsa Menuju Indonesia Berdaulat, Adil, dan Makmur".
Enam Sektor Jadi Prioritas Pembangunan Dairi
Dalam sambutan tersebut, Pemkab Dairi menegaskan komitmen memperkuat pelayanan publik yang transparan dan akuntabel. Pemerintah daerah mendorong pembangunan di sejumlah sektor yang dianggap menopang kesejahteraan warga.
- Pertanian
- UMKM
- Pendidikan
- Kesehatan
- Infrastruktur
- Peningkatan kualitas sumber daya manusia
Wahyu juga menyampaikan apresiasi kepada masyarakat dan seluruh mitra pembangunan yang selama ini berkontribusi terhadap kemajuan Kabupaten Dairi.
Pancasila sebagai Landasan, Gotong Royong sebagai Kekuatan
Wahyu mengajak seluruh elemen masyarakat menempatkan Pancasila sebagai landasan bersama. Gotong royong, menurutnya, adalah kekuatan yang menggerakkan pembangunan, sementara kesejahteraan masyarakat menjadi tujuan akhirnya.
"Dengan bangkit bersama, kita akan menjadi semakin tangguh dalam mewujudkan Dairi yang semakin maju, sejahtera, bermartabat dan berkelanjutan," demikian pesan Bupati Dairi yang disampaikan Wahyu.
Forkopimda hingga Kejari Dairi Hadir di Upacara
Upacara tersebut dihadiri unsur Forkopimda Kabupaten Dairi. Tampak hadir Anggota DPRD Dairi Fitrianto Berampu, perwakilan Kapolres Dairi, perwakilan Dandim 0206 Dairi, Kepala Kejaksaan Negeri Dairi Bima Yudha Asmara, serta perwakilan Ketua Pengadilan Negeri Sidikalang.
Kehadiran lintas instansi itu sejalan dengan pesan kolaborasi yang ditekankan dalam sambutan. Pemkab Dairi menyebut percepatan pembangunan hanya bisa terwujud jika pemerintah, masyarakat, dunia usaha, dan akademisi bergerak bersama.