Pencarian

Bagas/Apriyani Mulai dari Nol di Ganda Campuran, Debut di Surabaya International Challenge 2026

Rabu, 16 September 2026 • 22:18:02 WIB
Bagas/Apriyani Mulai dari Nol di Ganda Campuran, Debut di Surabaya International Challenge 2026
Bagas Maulana dan Apriyani Rahayu menjalani latihan bersama di Pelatnas PBSI, Cipayung, Jakarta Timur.

SUMATERA UTARA — Bagas Maulana dan Apriyani Rahayu memulai perburuan poin dari nol di sektor ganda campuran setelah resmi dipasangkan pelatih Nova Widianto. Poin besar yang mereka kumpulkan di ganda putra dan ganda putri tidak bisa dibawa karena sistem ranking BWF melekat pada kombinasi pasangan, bukan individu pemain. Debut keduanya dijadwalkan pada Surabaya International Challenge 2026, 22-27 September.

Keduanya baru menjalani lima hari latihan bersama di Pelatnas PBSI, Cipayung, Jakarta Timur. Waktu persiapan yang singkat itu harus dimanfaatkan maksimal sebelum turun di turnamen pertama mereka sebagai pasangan ganda campuran.

Sistem poin ranking BWF menjadi alasan utama Bagas dan Apriyani harus memulai perjalanan dari titik terendah. Poin yang sudah dikoleksi Bagas di ganda putra maupun Apriyani di ganda putri tidak otomatis berpindah ke sektor baru ini.

Poin Ganda Campuran Kosong, Modal Harus Bagus Banget

Apriyani menyadari bahwa hasil di ganda campuran tidak bisa sekadar baik, melainkan harus luar biasa untuk mengejar ketertinggalan poin.

"Karena poin kami di ganda campuran enggak ada. Jadi memang kami harus ekstra banget sih, saya dan Bagas juga gitu. Memang harus benar-benar hasilnya yang bagus banget, bukan bagus doang, tapi bagus banget, karena itu modal buat poin kita," ujar Apriyani saat ditemui di Pelatnas PBSI, Cipayung, Jakarta Timur, Rabu (16/9).

Bagas menambahkan bahwa tahun depan akan menjadi periode perjuangan berat bagi mereka.

"Iya, untuk tahun depan, kami harus berjuang lebih keras, karena ini demi Indonesia juga kan," kata Bagas menimpali.

Status Senior Tak Jadi Beban, Justru Tantangan Baru

Meski harus mengulang dari nol, keduanya mengaku tidak merasa terbebani meski berstatus pemain senior. Bagas dan Apriyani justru memandangnya sebagai kesempatan baru.

"Ini tuh perubahan baru, tantangan baru. Jadi, ya kenapa aku enggak ambil? Karena aku ngerasa aku masih bisa. Aku juga masih mau banget belajar lagi," ucap Apriyani.

Bagas melihat situasi ini dari sudut berbeda. Menurutnya, pencapaian di sektor sebelumnya memang sudah matang, tetapi pola pikir itu harus diubah.

"Ya sebenarnya dilihat dari situ [sektor sebelumnya] memang sudah matang, cuma kita harus kembali lagi berpikir jangan seperti itu. Ini sebenarnya enggak apa-apa, ya emang udah, jalannya aja sih buat kita," sambung Bagas.

Debut di Surabaya International Challenge 2026

Bagas/Apriyani baru menjalani lima hari latihan usai dipasangkan pelatih Nova Widianto. Keduanya bakal memulai debut di turnamen Surabaya International Challenge 2026, 22-27 September mendatang.

Turnamen tersebut menjadi ujian pertama bagi kombinasi baru ini. Hasil di Surabaya akan menjadi indikator awal seberapa cepat Bagas dan Apriyani beradaptasi dengan pola permainan ganda campuran yang berbeda dari sektor sebelumnya.

Follow inisumut.com

Add this site to your preferred sources on Google

Add to preferred sources
Bagikan
Sumber: cnnindonesia.com

This article was automatically rewritten by AI based on the source above without altering the facts of the original article.

Berita Lainnya

Indeks

Pilihan

Indeks

Berita Terkini

Indeks