MANDAILING NATAL — Upacara pengukuhan berlangsung khidmat dan dihadiri jajaran Forum Koordinasi Pimpinan Kecamatan (Forkopimca). Tampak hadir Danposramil Siabu Peltu Sulhan Panjaitan, Kepala Puskesmas Bukit Malintang, Kepala KUA, jajaran BP3K Pertanian Bange, Babinsa Bukit Malintang Serda Pajar Nasution, serta panitia HUT ke-81 Kemerdekaan Republik Indonesia tingkat kecamatan.
Proses Panjang Seleksi dan Latihan Fisik-Mental
Dalam amanatnya, M. Zorro Lubis menegaskan bahwa pengukuhan ini bukan sekadar seremoni. Para siswa telah melewati seleksi, pendidikan, dan latihan yang menguras fisik serta mental sebelum akhirnya dinyatakan sah sebagai anggota Paskibra masa bakti 2026.
"Mulai detik ini, kalian bukan lagi calon. Kalian adalah prajurit bendera. Kalian adalah perpanjangan tangan perjuangan para pahlawan bangsa," tegasnya saat membacakan teks pengukuhan.
Pesan Camat: Seragam Adalah Simbol Amanah dan Kehormatan
M. Zorro Lubis mengingatkan para anggota agar menjaga nama baik korps, menaati disiplin, dan menjadi teladan bagi siswa lain. Ia menekankan bahwa setiap langkah saat menjalankan tugas pengibaran bendera nanti adalah wujud penghormatan terhadap perjuangan pahlawan.
"Ketika kalian berjalan menuju tiang bendera besok, kalian tidak sedang berjalan di atas lapangan. Kalian sedang berjalan di atas sejarah. Setiap hentakan kaki kalian adalah gemuruh semangat 1945," ujarnya.
Komandan Paskibra: Anak Desa Mampu Berprestasi dan Dipercaya Memimpin
M. Saki Ibrahim, putra Desa Malintang Julu yang dipercaya sebagai Komandan Paskibra, mengaku bangga sekaligus terharu atas amanah yang diberikan. Baginya, posisi ini bukan sekadar memimpin pasukan, melainkan soal tanggung jawab, disiplin, dan menjaga nama baik sekolah serta daerah.
"Saya ingin membuktikan bahwa anak-anak dari desa juga mampu berprestasi, dipercaya memimpin, dan mengharumkan nama daerah," kata M. Saki Ibrahim.
Pesan untuk Orang Tua dan Pelatih
Dalam sambutannya, Camat menyampaikan apresiasi kepada para pelatih dan pembina atas dedikasi membimbing para siswa. Ia juga berpesan khusus kepada anggota Paskibra agar tidak melupakan peran orang tua di balik keberhasilan mereka.
"Setelah acara ini selesai, jangan pergi begitu saja. Di rumah, dekati ayah dan ibu kalian. Peluk mereka, cium tangan mereka, dan ucapkan: 'Terima kasih, Ayah, Ibu. Aku bisa berdiri di sini karena kalian'," pesannya.
M. Saki Ibrahim menambahkan, tantangan terbesar selama latihan bukan hanya menjaga kondisi fisik, tetapi juga mental, konsentrasi, dan kekompakan. Ia berpesan kepada seluruh anggota untuk menjaga soliditas dan tidak mudah menyerah.
"Saya bersama seluruh anggota Paskibra harus benar-benar siap memberikan yang terbaik dalam menjalankan amanah," ujarnya.