BINJAI — HMI Cabang Binjai menegaskan bahwa langkah ini bukan bentuk tuduhan, melainkan upaya menjawab keresahan publik mengenai proses seleksi yang dinilai perlu dijelaskan secara terbuka. Organisasi kemahasiswaan ini meminta pihak sekolah memaparkan secara rinci mulai dari persyaratan, indikator penilaian, hingga dasar penetapan calon murid yang dinyatakan diterima melalui jalur prestasi nonakademik.
Fokus pada Mekanisme dan Verifikasi Dokumen
Dalam surat yang dilayangkan, HMI meminta penjelasan mengenai mekanisme seleksi dan proses verifikasi dokumen atau prestasi yang digunakan oleh SMAN 2 dan SMAN 5 Binjai. Menurut HMI, jalur prestasi nonakademik harus memiliki mekanisme yang jelas, objektif, terukur, dan dapat dipertanggungjawabkan karena berkaitan langsung dengan akses masyarakat terhadap layanan pendidikan.
“Kami tidak datang membawa vonis, kami datang membawa pertanyaan. Yang kami minta adalah klarifikasi dan transparansi. Jika seluruh proses telah berjalan sesuai ketentuan, tentu penjelasan terbuka akan menjadi cara paling elegan untuk menjawab keresahan publik,” ujar Ketua Umum HMI Cabang Binjai.
Respons Sekolah Belum Ada
Hingga berita ini diterbitkan, HMI Cabang Binjai menyatakan belum menerima jawaban maupun klarifikasi resmi dari kedua sekolah. Kondisi ini menjadi perhatian serius, sebab respons terhadap permintaan klarifikasi yang telah disampaikan secara resmi juga menjadi bagian dari persoalan yang mereka sorot.
“Yang menjadi perhatian kami saat ini bukan hanya substansi SPMB, tetapi juga respons terhadap permintaan klarifikasi yang telah kami sampaikan secara resmi,” tegasnya.
Kontrol Sosial atas Pelayanan Publik
HMI menilai sekolah negeri merupakan bagian dari pelayanan publik. Karena itu, permintaan informasi mengenai proses penerimaan murid merupakan bentuk kontrol sosial yang konstruktif dan berdasarkan kepentingan publik. Organisasi ini menegaskan tetap menghormati institusi pendidikan dan tidak ingin membangun tuduhan tanpa dasar.
“Kami menghormati institusi pendidikan. Namun, penghormatan tidak boleh dimaknai sebagai alasan untuk menutup ruang dialog. Surat resmi sudah kami layangkan, sehingga kami berharap pihak sekolah juga menunjukkan sikap yang sama-sama elegan dengan memberikan jawaban secara resmi,” katanya.
Langkah Konstitusional Jika Tak Ada Respons
HMI Cabang Binjai menyatakan tidak akan mengambil kesimpulan sebelum memperoleh penjelasan dari pihak terkait. Organisasi ini akan mengedepankan data, fakta, serta mekanisme yang berlaku dalam menyikapi persoalan tersebut. Namun, apabila permintaan klarifikasi tetap tidak memperoleh respons, HMI akan mempertimbangkan langkah konstitusional serta mekanisme pengawasan yang tersedia sesuai ketentuan peraturan perundang-undangan.
“Kami tidak sedang mencari kesalahan sekolah. Kami sedang memastikan bahwa proses yang menyangkut masa depan peserta didik berlangsung secara transparan, adil, dan dapat dipertanggungjawabkan. Sebab, ketika menyangkut hak pendidikan, tidak boleh ada ruang gelap yang dibiarkan tanpa penjelasan,” pungkasnya.