Pencarian

RDF Rorotan Ubah 2.500 Ton Sampah Jakarta Jadi Bahan Bakar Setara Batubara

Rabu, 12 Agustus 2026 • 10:19:01 WIB
RDF Rorotan Ubah 2.500 Ton Sampah Jakarta Jadi Bahan Bakar Setara Batubara
Petugas memantau aliran sampah yang masuk ke mesin pengolahan melalui layar monitor di ruang kontrol RDF Plant Rorotan.

SUMATERA UTARA — Jakarta Utara kini memiliki lini terdepan dalam perang melawan tumpukan sampah. Di Kelurahan Rorotan, Kecamatan Cilincing, sebuah kawasan industri pengolahan limbah modern beroperasi mengubah sampah kota menjadi energi. Pabrik yang dikelola dengan sistem Refuse Derived Fuel (RDF) ini bukan sekadar tempat pembuangan akhir, melainkan instalasi produksi bahan bakar alternatif.

RDF Plant Rorotan dirancang untuk menelan 2.500 ton sampah organik dan anorganik setiap harinya. Material yang masuk terlebih dahulu melalui proses pemilahan ketat, memisahkan sampah yang layak diolah dari residu yang tidak berguna. Dari total masukan tersebut, fasilitas ini sanggup memproduksi 875 ton RDF per hari—bahan bakar padat yang siap digunakan sebagai substitusi batubara di sektor industri dan pembangkit listrik.

Mengubah Limbah Menjadi Energi Terbarukan

RDF sendiri merupakan produk olahan limbah padat perkotaan yang mencakup kertas, plastik, kayu, dan tekstil. Material-material ini dihancurkan, dikeringkan, dan dibentuk menjadi bahan bakar dengan nilai kalori tinggi. Karakteristiknya disebut setara dengan batubara, sehingga dapat diandalkan untuk mendukung kebutuhan energi pabrik maupun Pembangkit Listrik Tenaga Sampah (PLTSa).

Proses produksi di Rorotan terpantau dari ruang kontrol berteknologi modern. Para pekerja memantau aliran sampah yang masuk ke mesin pengolahan melalui layar monitor, memastikan setiap tahapan berjalan optimal. Eskavator terlihat sibuk memindahkan tumpukan sampah menuju corong pengumpan, sementara di sisi lain, pekerja mengangkut RDF yang telah dikeringkan dan siap didistribusikan.

Mengurangi Ketergantungan pada Bantargebang

Kehadiran RDF Plant Rorotan memiliki implikasi strategis bagi tata kelola sampah Ibu Kota. Selama ini, sebagian besar limbah Jakarta dikirim ke TPST Bantargebang di Bekasi, Jawa Barat. Fasilitas yang beroperasi di Jakarta Utara ini secara langsung memangkas volume sampah yang harus diangkut ke luar kota, mengurangi beban operasional dan dampak lingkungan dari transportasi sampah jarak jauh.

Langkah ini sejalan dengan Instruksi Gubernur Nomor 5 Tahun 2026 yang mewajibkan warga Jakarta memilah dan mengelola sampah dari sumbernya. Dengan kapasitas produksi yang mencapai 875 ton RDF per hari, pabrik ini menjadi infrastruktur penting dalam ekosistem pengelolaan sampah yang lebih berkelanjutan.

Dampak bagi Industri dan Lingkungan

Bagi kalangan industri, RDF menawarkan alternatif energi yang lebih murah dan ramah lingkungan dibandingkan batubara. Pemanfaatan sampah perkotaan sebagai bahan bakar turut menekan emisi gas rumah kaca yang dihasilkan dari dekomposisi limbah di tempat pembuangan terbuka. Ini adalah contoh konkret ekonomi sirkular—di mana sampah kota yang menjadi masalah justru diubah menjadi komoditas energi yang bernilai.

Fasilitas ini juga menciptakan lapangan kerja baru di kawasan Rorotan, mulai dari operator mesin, teknisi, hingga tenaga sortir sampah. Dengan produksi harian yang konsisten, RDF Plant Rorotan menjadi tulang punggung transisi energi Jakarta menuju kota yang lebih bersih dan mandiri energi.

Follow inisumut.com

Add this site to your preferred sources on Google

Add to preferred sources
Bagikan
Sumber: katadata.co.id

This article was automatically rewritten by AI based on the source above without altering the facts of the original article.

Berita Lainnya

Indeks

Pilihan

Indeks

Berita Terkini

Indeks