NIAS UTARA — Pemerintah Provinsi Sumatera Utara memastikan pembangunan rumah produksi kelapa di Kabupaten Nias Utara masuk dalam daftar prioritas anggaran tahun 2026. Proyek senilai Rp 2 miliar ini menjadi bagian dari paket program pembangunan untuk Kepulauan Nias yang totalnya mencapai Rp 500 miliar tahun ini.
Rencana tersebut disampaikan langsung oleh Gubernur Sumatera Utara Bobby Nasution saat menggelar kegiatan Sapa Daerah di Lauru Fadoro, Nias Utara, akhir pekan lalu. Nias Utara sendiri diarahkan menjadi salah satu sentra produksi di Kepulauan Nias, sejalan dengan tiga tema besar pembangunan daerah, yakni sentra perekonomian, sentra produksi, dan pariwisata.
Fasilitas Lengkap dari Kopra hingga Arang Batok
Rumah produksi kelapa ini tidak sekadar menjadi gudang penyimpanan. Berdasarkan data Bapperida Sumut, fasilitas tersebut akan diisi sejumlah mesin pengolahan, di antaranya mesin produksi kopra, solar dryer, mesin pengupas batok, serta mesin pemilah.
Selain mengolah kopra, rumah produksi ini juga akan mengembangkan lini usaha arang batok kelapa. Dengan begitu, petani tidak lagi menjual kelapa dalam bentuk mentah, melainkan sudah dalam bentuk olahan yang punya harga jual lebih tinggi.
Alokasi Anggaran Kepulauan Nias Naik Hampir Dua Kali Lipat
Bobby Nasution mengungkapkan, alokasi anggaran untuk Kepulauan Nias tahun ini meningkat signifikan dibanding tahun sebelumnya. Pada 2025, anggaran yang digelontorkan berkisar Rp 250 miliar hingga Rp 300 miliar, dan kini dinaikkan mendekati Rp 500 miliar.
"Untuk Kepulauan Nias sendiri tahun lalu kami anggarkan dari seluruh anggaran kami itu kurang lebih ada Rp 250 miliar sampai Rp 300 miliar. Tahun ini kami tingkatkan hampir menjadi Rp 500 miliar untuk kepulauan Nias. Kabar baik khusus untuk Nias Utara dari Rp 500 miliar," kata Bobby Nasution dalam keterangannya, Senin (10/8/2026).
Potensi Lahan Kelapa Sepanjang 30 Kilometer
Bupati Nias Utara Amizaro Waruwu menyambut baik langkah pemprov tersebut. Ia menyebut potensi kelapa di daerahnya sangat besar dan tersebar di hamparan lahan yang luas.
"Nias Utara ini potensinya pariwisata dan kelapa, kelapa ini, lebih 30 kilometer dari sini kelapa semua, tahun 2026 ini banyak program pak Gubernur di Nias Utara, salah satunya rumah kelapa di desa ini dan pembangunan beberapa ruas jalan," sebut Amizaro Waruwu.
Keberadaan rumah produksi ini diharapkan mampu memangkas rantai distribusi dan memberikan dampak langsung terhadap kesejahteraan petani kelapa di Nias Utara. Selain rumah produksi, pemprov juga mengalokasikan anggaran untuk pembangunan sejumlah ruas jalan di kabupaten tersebut sebagai penunjang akses logistik hasil pertanian.