SUMATERA UTARA — Kacamata XR mulai dilirik sebagai aksesori gaming berikutnya, terutama bagi pemilik PC handheld yang ingin pengalaman layar lebih besar saat bepergian. Kolaborasi Asus dan XReal ini mencoba menjawab kebutuhan tersebut dengan perangkat yang dirancang khusus untuk gamer, lengkap dengan elemen khas Republic of Gamers (ROG).
Desain Khas ROG dengan RGB di Pelipis
Secara desain, ROG XReal R1 masih mengikuti format kacamata XR pada umumnya yang cenderung bulky. Tudung yang menampung layar memiliki ketebalan sekitar satu inci, membuat kacamata menonjol dari wajah. Bagian depan seluruhnya terbuat dari plastik gelap dengan sensor 3DoF yang disembunyikan rapi di bagian tengah, lebih halus dibanding kebanyakan pesaingnya.
Yang paling menonjol adalah bagian pelipis kacamata. Di tengah setiap pelipis terdapat sembilan zona pencahayaan RGB yang tersusun dalam garis diagonal. Efek rainbow berputar menjadi default, tapi pengguna bisa mengubahnya melalui tombol di pelipis kiri. Tombol tersebut juga berfungsi untuk memusatkan layar atau membuka pengaturan, sementara tombol di belakangnya mengatur tint, ukuran layar, dan volume.
Speaker terintegrasi di pelipis cukup keras untuk mendengar game dengan jelas, tapi kurang efektif meredam suara sekitar. Untuk pengalaman imersif, penggunaan headphone tetap disarankan.
Performa Handheld: Layar Jernih dan Mode 3D Instan
Saat dicolok langsung ke handheld seperti Lenovo Legion Go, kacamata ini menunjukkan kemampuannya. Layar 1080p dengan refresh rate 120Hz menghasilkan gambar yang jernih dan colorful, meski sedikit redup dan tampak washed out pada beberapa kondisi. XReal juga telah bekerja keras membuat teks lebih mudah dibaca.
Fitur unggulan yang menarik adalah mode Instant 3D. Mode ini menggunakan chip X1 yang tertanam di kacamata untuk mengubah game menjadi tampilan 3D. Efeknya tidak sempurna, tapi berhasil membuat game terlihat seperti dimainkan di "3DS berukuran besar". Karena menempel di wajah, efek 3D tidak langsung membuat pusing saat kepala bergerak, berbeda dengan layar 3D tradisional.
Ukuran layar virtual bisa diatur hingga setara 171 inci, tapi pada ukuran tersebut gambar mulai terlihat pecah karena keterbatasan resolusi 1080p. Titik optimalnya adalah mengecilkan layar dan menggunakan mode Follow, di mana tampilan mengikuti arah pandang.
Dock Bermasalah: Fitur 240Hz dan Tombol Rusak
Dock berbentuk segi delapan dengan garis-garis angular ini adalah pembeda utama paket ROG XReal R1. Bagian belakangnya menyediakan dua port USB-C, dua port HDMI, dan satu DisplayPort, memungkinkan koneksi ke PC gaming atau PS5. Namun, dock ini justru menjadi sumber masalah terbesar.
Tombol segitiga di dock berfungsi mengaktifkan mode fps boost yang menurunkan resolusi demi refresh rate 240Hz. Hasilnya mengecewakan: gambar menjadi glitchy dengan efek shimmer pada elemen statis, dan membaca teks langsung membuat sakit kepala. Masalah ini hilang sepenuhnya saat kembali ke mode 120Hz.
Lebih parah lagi, kontrol stick untuk mengganti profil visual tidak berfungsi sama sekali pada unit yang diuji. Setelah update firmware dan mencoba beberapa perangkat, kacamata tetap terkunci di mode "Racing". Ini menjadi red flag besar untuk perangkat premium.
Harga dan Posisi di Pasar
Dengan harga USD 849, paket ini jauh lebih mahal dari XReal 1S yang dibanderol USD 449 untuk pengalaman serupa. Nilai tambah dock memang memudahkan koneksi ke konsol dan PC, tapi mengingat masalah yang ditemukan, sulit membenarkan selisih harga hampir dua kali lipat. Kacamata ini tetap jadi pilihan menarik bagi pemilik handheld yang menginginkan layar besar portabel, tapi sebaiknya dipertimbangkan matang-matang.