MEDAN — Perwakilan Kementerian Keuangan (Kemenkeu) Provinsi Sumatera Utara mencatat realisasi penyaluran Kredit Usaha Rakyat (KUR) mencapai Rp 8,44 triliun sepanjang Januari hingga Juni 2026. Angka ini menandakan permodalan UMKM di provinsi tersebut masih bergerak dinamis di tengah tekanan ekonomi global.
Pertumbuhan ini setara 14,85 persen dibandingkan periode yang sama tahun sebelumnya. Adapun jumlah penerima manfaat tercatat sebanyak 128.552 debitur, tersebar di berbagai sektor produktif.
Sektor Pertanian Mendominasi, Bukan Lagi Dagang
Berbeda dari tren nasional yang kerap didominasi sektor perdagangan, penyaluran KUR di Sumut justru dipimpin sektor pertanian, perburuan, dan kehutanan. Realisasinya mencapai Rp 3,93 triliun yang disalurkan kepada 63.061 petani dan pelaku usaha di bidang tersebut.
Sektor perdagangan besar dan eceran menyusul di posisi kedua dengan nilai Rp 2,76 triliun untuk 40.835 debitur. Data ini mengindikasikan pergeseran struktur pembiayaan ke arah sektor pangan yang lebih fundamental.
Deli Serdang, Medan, dan Langkat Jadi Lokomotif Penyaluran
Secara geografis, penyaluran KUR terpusat di tiga wilayah utama. Kabupaten Deli Serdang memimpin dengan realisasi Rp 1,06 triliun, disusul Kota Medan sebesar Rp 897,42 miliar, dan Kabupaten Langkat dengan Rp 647,84 miliar.
Konsentrasi ini wajar mengingat ketiga daerah tersebut memiliki kepadatan usaha mikro yang tinggi serta akses infrastruktur perbankan yang lebih merata dibanding kabupaten lain di Sumatera Utara.
Pembiayaan Ultra Mikro Tumbuh Lebih Cepat 22,59 Persen
Selain KUR, Perwakilan Kemenkeu Sumut juga mencatatkan kinerja positif penyaluran Pembiayaan Ultra Mikro (UMi). Hingga Juni 2026, realisasinya mencapai Rp 497,48 miliar atau tumbuh 22,59 persen secara tahunan, dengan jumlah debitur 73.494 orang.
Menariknya, sektor perdagangan besar dan eceran mendominasi penyaluran UMi hingga 96,82 persen dari total, atau setara Rp 481,65 miliar. Sebanyak 71.194 debitur dari sektor ini memanfaatkan pembiayaan tanpa agunan tersebut untuk modal usaha warung dan dagangan kecil.
Tiga daerah dengan penyerapan UMi tertinggi adalah Kabupaten Deli Serdang (Rp 51,94 miliar), Kabupaten Langkat (Rp 50,62 miliar), dan Kota Medan (Rp 49,96 miliar).
Kata Kemenkeu Soal Tren Positif Ini
Perwakilan Kementerian Keuangan Sumatera Utara, Rudy Rahmaddi, menyebut kinerja ini sebagai sinyal positif bagi permodalan pelaku usaha kecil. "Kinerja penyaluran KUR di Sumatera Utara sampai dengan Juni 2026 menunjukkan tren positif dalam mendukung permodalan para pelaku UMKM," ujarnya dalam keterangan yang diterima di Medan, Jumat.
Dengan data ini, pemerintah berharap akses pembiayaan formal semakin luas menjangkau pelaku usaha di akar rumput, sehingga roda ekonomi daerah terus berputar meski daya beli masyarakat masih dalam tahap pemulihan.