SUMATERA UTARA — Chief Operating Officer (COO) Danantara Indonesia, Dony Oskaria, mengungkapkan bahwa pihaknya tengah memilah portofolio BUMN yang layak dibawa ke pasar modal. Menurutnya, beberapa holding dan perusahaan pelat merah memiliki fundamental keuangan yang solid dan kapitalisasi pasar yang menarik bagi investor.
"Banyak perusahaan-perusahaan kita (BUMN) yang bagus, masih ada Pegadaian, ada Pupuk Indonesia, dan banyak, ada Pelindo, ada Angkasa Pura, dan banyak sekali perusahaan-perusahaan yang memang itu secara market cap bagus untuk kita IPO-kan," ujar Dony di kantor Kementerian Keuangan, Jakarta, Rabu (19/2/2025).
Skema IPO dan Kemitraan Strategis dalam Roadmap BUMN
Rencana ini bukan sekadar wacana. Dony menegaskan bahwa opsi pencatatan saham perdana tersebut sudah masuk dalam peta jalan transformasi BUMN untuk lima tahun ke depan. Dalam roadmap itu, pemerintah tidak hanya akan mendorong IPO, tetapi juga membuka peluang kemitraan strategis dengan investor swasta.
"Jadi mana akan kita strategic partnership, mana akan kita IPO, mana kita tetap tertutup, nanti kita diskusikan juga dengan Kementerian Keuangan, arahannya tentu sebagai milik negara," jelas Dony. Ia menambahkan, target yang lebih tinggi akan ditetapkan setelah tahapan transformasi awal berjalan.
Tahapan transformasi tersebut dirancang bertahap: konsolidasi dan restrukturisasi pada tahun pertama, pengembangan sumber daya manusia dan budaya korporasi pada tahun kedua, inovasi teknologi dan kecerdasan buatan (AI) pada tahun ketiga, penciptaan nilai pada tahun keempat, hingga target pertumbuhan laba pada tahun kelima.
Mendorong Pendalaman Pasar Modal dan Ekonomi Nasional
Dorongan IPO ini dinilai strategis di tengah upaya pemerintah memperkuat struktur perekonomian. Dengan hadirnya emiten-emiten besar BUMN di bursa, likuiditas pasar modal domestik diharapkan meningkat signifikan. Investor ritel pun mendapat lebih banyak pilihan instrumen investasi dari sektor-sektor strategis seperti pelabuhan, pupuk, dan bandara.
"Untuk pertumbuhan ekonomi nanti kan IPO akan banyak. Supaya di dalam capital market kita juga semakin banyak perusahaan dan banyak perusahaan-perusahaan kita yang bagus yang akan segera IPO," pungkas Dony. Langkah ini sejalan dengan tren positif BEI yang terus mencatatkan rekor jumlah investor dalam beberapa tahun terakhir.
Keputusan final mengenai perusahaan mana yang lebih dulu melantai masih menunggu pembahasan lanjutan dengan Kementerian Keuangan. Namun yang jelas, gelombang IPO BUMN diprediksi akan menjadi salah satu katalis utama pasar saham Tanah Air dalam beberapa tahun mendatang.