BERASTAGI — PNM Cabang Kabanjahe tidak hanya sekadar menjadi sponsor pada Festival Bunga dan Buah Karo 2026. Perusahaan pelat merah itu membawa serta 14 nasabah Program PNM Mekaar untuk mengisi booth pameran, memperkenalkan aneka olahan khas daerah yang selama ini hanya dipasarkan di lingkup terbatas.
Pimpinan Cabang PNM Kabanjahe Ronald Manurung menyebut keterlibatan dalam festival yang berlangsung hingga 1 Agustus 2026 ini merupakan wujud komitmen perusahaan dalam mendukung pengembangan usaha nasabah melalui akses promosi dan pemasaran yang lebih luas.
"Kami ingin festival ini menjadi wadah bagi nasabah PNM Mekaar untuk memperkenalkan produk unggulannya kepada masyarakat dan wisatawan. Selain meningkatkan penjualan, kegiatan ini juga membangun kepercayaan diri para pelaku UMKM agar mampu naik kelas," kata Ronald saat ditemui di sela festival, Jumat (31/7/2026).
Dari Keripik Stroberi hingga Kopi Khas Tanah Karo
Di dalam booth PNM, pengunjung dapat menjumpai beragam produk olahan yang sebelumnya telah melalui proses pendampingan dan pelatihan rutin. Deretan produk tersebut antara lain keripik stroberi, keripik buah naga, keripik wortel, keripik sawi, rempeyek, hingga aneka kuliner siap saji seperti mie ayam, bakso, dan kopi khas Tanah Karo.
Setiap produk memiliki cerita dan proses produksi yang berbeda. Keripik stroberi, misalnya, merupakan hasil Pelatihan Klasterisasi Olahan Buah Stroberi yang digelar di Kecamatan Barusjahe. Sementara itu, keripik buah naga dan wortel lahir dari Pelatihan Klasterisasi Olahan Pertanian bagi kelompok usaha di Desa Dokan, Kecamatan Merek.
Pendampingan Berkelanjutan Jadi Kunci Kualitas
Ronald menegaskan bahwa pihaknya tidak berhenti pada penyaluran pembiayaan modal bagi pelaku usaha ultra mikro. Pembinaan berkelanjutan terus diberikan agar nasabah mampu meningkatkan kualitas produk, memperluas jaringan pemasaran, dan memiliki daya saing yang lebih baik di pasar yang semakin kompetitif.
Langkah ini dinilai penting mengingat banyak pelaku UMKM di daerah yang memiliki potensi besar namun terkendala akses pasar dan kemampuan manajemen usaha.
Pengalaman Berharga bagi Pelaku Usaha Lokal
Bagi para nasabah, tampil di festival berskala kabupaten merupakan pencapaian tersendiri. Rut Malem, nasabah PNM Mekaar asal Desa Persadanta, mengaku kesempatan ini menjadi pengalaman berharga untuk memperkenalkan keripik stroberi buatannya kepada pasar yang lebih luas.
"Kegiatan ini sangat membantu kami. Produk yang kami buat bisa dikenal lebih banyak orang, termasuk wisatawan yang datang ke Festival Bunga dan Buah Karo," ujarnya.
Fasilitas Ramah Anak dan Target Ke Depan
Selain stan produk UMKM, PNM juga menyediakan area ramah anak berupa fasilitas mewarnai gratis. Hal ini dilakukan agar pengunjung yang datang bersama keluarga dapat menikmati suasana festival dengan lebih nyaman.
Ronald berharap keikutsertaan para nasabah dalam berbagai ajang pameran dapat menjadi motivasi bagi pelaku UMKM lain untuk terus berinovasi dan mengembangkan usahanya. Pada akhirnya, hal ini diharapkan mampu memberikan kontribusi nyata terhadap pertumbuhan ekonomi masyarakat di Kabupaten Karo.