Pencarian

Warga Deli Serdang Gotong Royong Perbaiki Jalan Pakai Sumbangan Pribadi, Banyak Pengendara Jadi Korban Kecelakaan

Senin, 27 Juli 2026 • 13:10:01 WIB
Warga Deli Serdang Gotong Royong Perbaiki Jalan Pakai Sumbangan Pribadi, Banyak Pengendara Jadi Korban Kecelakaan
Warga Desa Manunggal bergotong royong menimbun lubang di Jalan Veteran, Deli Serdang, dengan sumbangan tanah pribadi untuk mencegah kecelakaan.

DELI SERDANG — Warga Desa Manunggal bergotong royong menimbun lubang di Jalan Veteran dengan sumbangan tanah pribadi setelah banyak pengendara menjadi korban kecelakaan. Aksi yang dimulai Sabtu (25/7/2026) itu didukung lima truk tanah dari seorang pemilik panti dan direncanakan mendapat tambahan 10 truk dari seorang pengusaha pada Selasa mendatang.

Gotong Royong dengan Bantuan Tanah dari Warga

Kepala Dusun 6 Desa Manunggal, Aris Setiawan, mengatakan bahwa bantuan tanah terus mengalir dari warga dan pengusaha setempat. "Yang bantu seorang pemilik panti. Semalam itu beliau bantu 5 truk tanah. Hari Selasa nanti ada bantuan 10 truk lagi dari beliau. Tadi malam ada 5 truk tanah yang masuk, seorang pengusaha yang bantu," ujarnya kepada Kompas.com, Minggu (26/7/2026).

Pengerjaan penimbunan dilakukan secara bergotong royong hingga malam hari. Aris menyebut bahwa setelah ditimbun, lubang-lubang di jalan tidak terlalu parah lagi. "Nah untuk sementara, itulah yang membantu memperbaiki jalan agar menghindari kecelakaan," lanjutnya.

Jalan Rusak 500 Meter, Kecelakaan Sering Terjadi

Jalan Veteran yang membentang sepanjang 500 meter di Desa Manunggal merupakan jalan provinsi yang menghubungkan Deli Serdang dengan Kota Medan. Setiap hari, ribuan pengendara melintas di jalan tersebut. Namun kondisinya rusak parah dengan lubang-lubang yang sering tertutup genangan air.

"Karena banyak juga korban yang jatuh, kan begitu. Jadi kurang lebih itulah yang mendorong bantuan ini (terus datang)," ungkap Aris. Kecelakaan akibat lubang yang tidak terlihat kerap terjadi, terutama saat hujan.

Proposal Perbaikan Rp 1,8 Miliar Belum Ditindaklanjuti

Aris mengaku sudah melaporkan kondisi jalan ini ke pemerintah melalui Musrenbang desa. Pihaknya bahkan telah mengajukan proposal perbaikan dengan perkiraan anggaran Rp 1,8 miliar. Namun hingga kini belum ada realisasi perbaikan dari pemerintah provinsi.

"Di Musrenbang sudah kami buat proposal (anggaran). Kami laporkan dengan perkiraan Rp 1,8 miliar. Tapi, belum ada perbaikan juga sampai sekarang," aku Aris. Warga pun terpaksa mengambil inisiatif sendiri dengan gotong royong dan mengandalkan sumbangan dari pihak swasta untuk menutup lubang-lubang berbahaya.

Bagikan
Sumber: medan.kompas.com

This article was automatically rewritten by AI based on the source above without altering the facts of the original article.

Berita Lainnya

Indeks

Pilihan

Indeks

Berita Terkini

Indeks