Analis Dupoin Futures, Geraldo Kofit, mengatakan harga emas masih memiliki ruang menguat meski tren jangka menengah bearish. Kunci utamanya adalah kemampuan bertahan di atas level support 3.992. Selama area itu tidak ditembus, peluang kenaikan tetap terbuka.
Ketidakpastian Global dan Pembelian Bank Sentral Dorong Permintaan
Dupoin Futures menilai fundamental masih menjadi penopang utama. Konflik geopolitik di Timur Tengah yang belum mereda membuat investor global mempertahankan emas sebagai aset safe haven. Pembelian emas oleh sejumlah bank sentral dunia juga menjaga permintaan tetap tinggi.
Kebijakan moneter Amerika Serikat ikut berperan. Selama dolar AS tidak menguat signifikan dan imbal hasil US Treasury stabil, tekanan terhadap harga emas terbatas. Data ekonomi AS yang akan dirilis dalam waktu dekat bisa memperkuat ekspektasi pelonggaran kebijakan moneter, yang berpotensi mendorong harga emas lebih tinggi.
Pola Bullish Engulfing dan Stochastic Mendukung Momentum Naik
Dari sisi teknikal, Dupoin Futures mencermati munculnya pola candlestick Bullish Engulfing pada grafik H4. Pola ini menandakan dominasi pembeli mulai menguat setelah sebelumnya pasar mengalami tekanan jual. Indikator Stochastic Oscillator juga bergerak naik menuju area overbought tanpa menunjukkan sinyal pelemahan berarti.
Target kenaikan pertama berada di kisaran 4.040. Apabila harga berhasil menembus level tersebut, potensi penguatan berikutnya mengarah ke 4.074. Kedua level ini menjadi area penting untuk menentukan kelanjutan tren jangka pendek.
Waspada Potensi Koreksi Teknikal di Dekat Resistance
Meski prospek bullish cukup solid, Dupoin Futures mengingatkan kemungkinan aksi profit taking saat harga mendekati resistance 4.040–4.074. Koreksi seperti ini wajar dalam tren naik dan tidak serta-merta mengubah arah utama pergerakan harga.
Trader disarankan menunggu konfirmasi tambahan sebelum mengambil keputusan transaksi. Struktur teknikal saat ini memang menarik, tetapi risiko koreksi tetap perlu diantisipasi.