MEDAN - Industri perkeretaapian Sumatera Utara kini berusia 140 tahun dan mengalami perubahan wajah yang radikal. Manager Humas PT KAI Divre I Sumut, Anwar Yuli Prastyo, menegaskan bahwa kereta api tidak lagi sekadar alat angkut hasil bumi, melainkan sarana mobilitas pilihan utama warga Sumut.
Angkutan Penumpang Naik Konsisten, Logistik Jadi Tulang Punggung
Data KAI Divre I Sumut memperlihatkan tren kenaikan yang konsisten. Pada 2024, total 2,43 juta pelanggan dilayani. Angka ini melesat menjadi 2,63 juta pada 2025. Lonjakan berlanjut hingga Semester I 2026 dengan catatan volume penumpang sudah menembus 1,39 juta orang dan terus bertambah.
Di sektor logistik, angkutan barang mencatat volume 883.661 ton pada 2024, menyusut menjadi 685.355 ton pada 2025, dan berada di angka 387.895 ton sepanjang Semester I 2026. Pihak KAI menyebut fluktuasi ini dipengaruhi permintaan pasar domestik dan global.
Dari Tembakau Deli ke KA Bandara: Jejak Transformasi Seabad Lebih
Sejarah perkeretaapian Sumut tak lepas dari industri perkebunan abad ke-19. Pemerintah Hindia Belanda memberikan konsesi kepada Deli Spoorweg Maatschappij (DSM) pada 1883 untuk membangun rel penghubung kawasan perkebunan tembakau Deli ke Pelabuhan Belawan. Jaringan kemudian meluas ke Binjai, Tebing Tinggi, Pematangsiantar, hingga Rantau Prapat.
Setelah kemerdekaan dan nasionalisasi, pengelolaan beralih ke PT KAI. Kini, jaringan aktif membentang sepanjang 476,46 kilometer. Cabang modern seperti KA Bandara Kualanamu beroperasi sejak 2013, sementara konektivitas menuju Pelabuhan Kuala Tanjung dan KEK Sei Mangkei mulai terintegrasi pada 2022.
Kepercayaan Publik Meningkat, KAI Siap Dorong Ekonomi Daerah
Manajemen KAI Divre I Sumut menilai peningkatan penumpang tahunan membuktikan kereta api telah menjadi moda andalan yang aman, nyaman, tepat waktu, dan ramah lingkungan. Di sisi lain, segmen angkutan barang tetap menjadi tulang punggung logistik strategis bagi perekonomian Sumut.
"Komitmen kami memastikan kereta api tetap menjadi pilihan transportasi andalan yang berkontribusi nyata dalam memperkuat konektivitas serta mendorong pertumbuhan ekonomi di Sumatera Utara," tutup Anwar.