SIMALUNGUN — Jumat (24/7/2026) malam, personel Unit Reskrim Polsek Bosar Maligas menggerebek sebuah warung tuak di Huta IV Rawa Masin setelah mendapat laporan warga. Mereka mendapati Waluyo sedang melayani pemesanan angka tebakan togel melalui aplikasi WhatsApp.
Barang Bukti Minim, Polisi Tetap Tahan Tersangka
Polisi mengamankan satu ponsel merek Realme milik Waluyo. Di dalamnya ditemukan riwayat percakapan dengan sejumlah pelanggan yang memesan angka togel Hongkong. Selain itu, uang tunai Rp77.000 disita sebagai hasil penjualan yang belum sempat disetorkan.
Kapolsek Bosar Maligas Iptu Sonni G Silalahi menegaskan bahwa pengungkapan ini bagian dari Operasi Pekat Toba 2026. “Kami akan terus menindak segala bentuk perjudian yang meresahkan warga. Informasi dari masyarakat sangat membantu,” ujarnya, Sabtu (25/7/2026) malam.
Pengakuan Tersangka: Baru Dua Bulan, Komisi 20 Persen
Dari pemeriksaan awal, Waluyo mengaku baru menjalankan bisnis togel selama dua bulan. Ia mendapat komisi 20 persen dari omzet penjualan, lalu menyetorkan sisa uang kepada seorang bandar bernama Iwan yang berdomisili di Desa Suka Makmur, Kabupaten Asahan.
Polisi masih memburu Iwan dan mengembangkan jaringan judi togel yang diduga lebih luas. “Kami akan terus mengembangkan perkara ini dan menindak siapa pun yang terlibat sesuai hukum,” kata Iptu Sonni.
Warung Tuak Jadi Sarang Judi, Warga Resah
Warung tuak milik Anto di Huta IV Rawa Masin kerap dipakai sebagai tempat transaksi togel. Menurut warga sekitar, praktik ini sudah berlangsung beberapa bulan dan menimbulkan keresahan. Polisi mengimbau agar masyarakat tidak ragu melaporkan aktivitas mencurigakan demi menjaga keamanan lingkungan.
Saat ini Waluyo telah ditahan di Mapolsek Bosar Maligas untuk proses hukum lebih lanjut. Polisi juga tengah menelusuri aliran dana dan kemungkinan adanya jaringan bandar lain di Sumatera Utara.