Pencarian

Dosen FEB UMA Latih 40 Siswa SMAN 13 Medan Jadi Eco-Innovator Lewat Program Inovasi Hijau dan Ekonomi Berkelanjutan

Senin, 20 Juli 2026 • 15:58:31 WIB
Dosen FEB UMA Latih 40 Siswa SMAN 13 Medan Jadi Eco-Innovator Lewat Program Inovasi Hijau dan Ekonomi Berkelanjutan
Tim dosen FEB UMA melatih 40 siswa SMAN 13 Medan dalam program inovasi hijau dan ekonomi berkelanjutan selama tiga hari.

MEDAN — Tim dosen Fakultas Ekonomi dan Bisnis Universitas Medan Area (FEB UMA) menggelar Program Kemitraan Masyarakat (PKM) di SMAN 13 Medan dengan tema “Membangun Generasi Eco-Innovator: Integrasi Inovasi Hijau dan Edukasi Ekonomi Berkelanjutan.” Kegiatan yang berlangsung pada 27–29 April 2026 ini merupakan bagian dari Tri Dharma Perguruan Tinggi di bidang pengabdian kepada masyarakat.

Tim pelaksana diketuai oleh Nindya Yunita, S.Pd., M.Si dari Prodi Manajemen FEB UMA, dengan anggota Fauziah Rahman, S.Pd., M.Si (Prodi Akuntansi) dan Aditya Amanda Pane, SE., M.Si (Prodi Manajemen). Mereka melatih siswa-siswi SMAN 13 Medan sebagai mitra utama untuk mengembangkan kompetensi di bidang inovasi hijau dan ekonomi berkelanjutan.

Apa Saja Materi yang Diberikan kepada Siswa?

Selama tiga hari pelatihan, para peserta mendapatkan materi tentang green innovation, green entrepreneurship, dan ekonomi sirkular (circular economy). Materi disampaikan secara interaktif melalui ceramah, diskusi kelompok, studi kasus, hingga focus group discussion. Metode ini dirancang agar siswa tidak hanya paham teori, tetapi juga mampu merancang ide kreatif yang aplikatif di lingkungan sekolah maupun kehidupan sehari-hari.

Pendekatan berbasis proyek (project-based learning) menjadi tulang punggung kegiatan. Siswa diajak mengidentifikasi persoalan lingkungan di sekitar sekolah, lalu merancang solusi inovatif yang memiliki nilai ekonomi dan sosial.

Antusiasme Siswa dan Hasil yang Dicapai

Ketua pelaksana, Nindya Yunita, menyebut generasi muda memiliki peran penting sebagai agen perubahan dalam pembangunan berkelanjutan. “Melalui kegiatan ini kami berharap siswa tidak hanya memahami pentingnya menjaga lingkungan, tetapi juga mampu melihat berbagai permasalahan lingkungan sebagai peluang untuk menciptakan inovasi dan nilai ekonomi yang bermanfaat bagi masyarakat,” ujarnya.

Hasil kegiatan menunjukkan peningkatan pemahaman siswa mengenai Sustainable Development Goals (SDGs), inovasi hijau, serta hubungan antara pelestarian lingkungan dan pembangunan ekonomi. “Peserta mulai memahami bahwa pengelolaan limbah dan pemanfaatan sumber daya secara bijaksana dapat menjadi peluang dalam membangun usaha berbasis lingkungan atau green entrepreneurship,” tambah Nindya.

Dukung Kurikulum Merdeka dan SDGs

Program ini tidak hanya memberikan manfaat bagi peserta didik, tetapi juga mendukung implementasi Kurikulum Merdeka dan Projek Penguatan Profil Pelajar Pancasila (P5). Dari sisi global, kegiatan ini berkontribusi pada pencapaian SDG 4 (Pendidikan Berkualitas), SDG 8 (Pekerjaan Layak dan Pertumbuhan Ekonomi), SDG 12 (Konsumsi dan Produksi yang Bertanggung Jawab), serta SDG 13 (Penanganan Perubahan Iklim).

Melalui PKM ini, diharapkan sinergi antara perguruan tinggi dan sekolah dapat terus diperkuat untuk menciptakan ekosistem pendidikan yang melahirkan generasi Eco-Innovator—kreatif, inovatif, peduli lingkungan, dan mampu berkontribusi nyata pada pembangunan ekonomi berkelanjutan.

Bagikan
Sumber: asaberita.com

This article was automatically rewritten by AI based on the source above without altering the facts of the original article.

Berita Lainnya

Indeks

Pilihan

Indeks

Berita Terkini

Indeks