SUMATERA UTARA — Tubi resmi menggandeng TikTok lewat program Creatorverse Incubator untuk memproduksi 10 serial orisinil yang dikembangkan dari konten para kreator platform tersebut. Sebanyak 12 kreator terpilih akan mendapat investasi langsung dari Tubi untuk mengembangkan karya panjang pertama mereka, mencakup genre animasi, horor, realitas, hingga young adult. Program ini disebut sebagai jembatan bagi kreator TikTok untuk menjangkau audiens baru di luar format video pendek.
Langkah ini menandai pergeseran model distribusi hiburan, di mana kreator media sosial tidak lagi hanya menghasilkan video pendek, tetapi mulai masuk ke ekosistem streaming dengan format naratif yang lebih panjang. Genre yang digarap pun beragam, mulai dari animasi, horor, realitas, sampai young adult.
Kohort perdana program ini melibatkan sejumlah nama yang sudah punya basis pengikut solid di TikTok. Di antaranya Marc Sebastian (@marcsebastianf), Kendria Bland (kendria_bland), Yasmine Sahid (@ladyyasmina1), dan Lynnell Jones Jr. (@felleanimated).
Daftar tersebut masih akan bertambah seiring proses pengembangan proyek. Tubi menempatkan para kreator sebagai mitra kreatif, bukan sekadar pemasok ide, sehingga mereka punya kebebasan mengarahkan karya sesuai visi masing-masing.
Salah satu serial yang sedang dikembangkan berjudul "Kai Picks The Guy", acara kencan yang dipandu Kai Cameron (@kaicameronisacelebrity). Formatnya dibalik: tiga pria datang mengira akan berkencan dengan kontestan perempuan, tetapi justru menjalani sesi "kencan" satu lawan satu dengan Kai sebagai proses penilaian.
Proyek lainnya, "A Great Australian Gay Sidequest", mengikuti Sebastian menjelajahi sejumlah pengalaman wisata unik di Australia. Dua judul ini memberi gambaran bahwa Tubi tidak membatasi diri pada satu format, melainkan membiarkan karakter dan sudut pandang kreator menentukan arah cerita.
Wakil Presiden Creator Partnerships Tubi, Kudzi Chikumbu, menyebut para kreator terpilih sudah membangun pengikut, sudut pandang, dan karya yang membuat orang kembali menonton. Menurutnya, peran Tubi adalah menjadi mitra yang memberi kebebasan kreatif untuk mengembangkan apa yang sudah mereka mulai.
"The creators we're working with have built a following, a point of view and a body of work that people come back for," ujar Kudzi Chikumbu. "The Incubator is where we come in as their partner, giving them the creative freedom to grow what they've started."
Chikumbu menambahkan, Tubi bangga mendukung para kreator membuat acara televisi pertama mereka, termasuk karya ambisius yang mungkin sulit terwujud tanpa dukungan tersebut.
Dari sisi TikTok, Kepala Global Hiburan dan Microseries Dawn Yang menilai platformnya adalah tempat kreator membangun komunitas yang antusias dan menghubungkan cerita mereka dengan audiens di seluruh dunia. Ia menantikan para kreator membawa perspektif unik mereka ke serial orisinil di Tubi.
"TikTok is where creators build passionate communities around their work and connect their stories with audiences around the world," kata Dawn Yang. "This partnership gives them another way to share their work with new audiences."
Kemitraan ini memperlihatkan bahwa batas antara media sosial dan layanan streaming makin tipis. Bagi kreator, peluangnya jelas: konten pendek yang sudah terbukti diminati bisa naik kelas menjadi serial dengan durasi dan produksi lebih serius.
Bagi penonton Indonesia yang akrab dengan ekosistem TikTok, model Creatorverse Incubator bisa menjadi acuan bagaimana kreator lokal berpeluang masuk ke produksi serial panjang, baik di platform regional maupun global.