MEDAN — Peringatan cuaca itu disampaikan Ketua Tim Sistem Peringatan Dini Balai Besar Meteorologi, Klimatologi, dan Geofisika (BBMKG) Wilayah I Medan, Martha Rosefina Manurung, dalam keterangan tertulis yang diterima media, Selasa (27/10/2026). Martha menyebut potensi hujan lebat bersifat lokal dan berlangsung pada siang hingga malam hari.
Dinamika atmosfer di wilayah Sumut sepekan ke depan dipicu bibit siklon tropis 98B di Teluk Benggala. Sistem tekanan rendah itu membentuk belokan angin dan daerah perlambatan kecepatan angin dari pantai barat hingga lereng timur.
Faktor lain adalah aktifnya gelombang atmosfer dan tingginya labilitas yang mendukung pertumbuhan awan konvektif. "Sehingga, berpotensi menghasilkan hujan dengan intensitas sedang hingga sangat lebat disertai petir dan angin kencang yang bersifat lokal pada siang hingga malam hari," ujar Martha.
BMKG merinci kabupaten dan kota yang perlu meningkatkan kewaspadaan selama periode tersebut:
Martha menuturkan, dalam sepekan terakhir beberapa wilayah di Sumut sudah dilanda hujan sedang hingga sangat lebat. Kondisi itu dipengaruhi sirkulasi siklonik di perairan barat Nias yang membentuk belokan dan daerah pertemuan angin.
Aktifnya gelombang atmosfer di Sumut turut memperkuat pertumbuhan awan hujan. "Kondisi ini juga didukung labilitas atmosfer lokal yang kuat sehingga meningkatkan pertumbuhan awan hujan," tutur Martha.
BMKG mengimbau masyarakat waspada dan mengambil langkah antisipatif agar aktivitas harian tetap berlangsung aman dan lancar. Warga juga diminta merujuk informasi cuaca dari BMKG agar tidak mudah memercayai sumber yang tidak resmi.
Bagi warga di kabupaten dan kota yang masuk daftar, potensi petir dan angin kencang perlu diantisipasi, terutama saat beraktivitas di luar ruang pada siang hingga malam. Pantau pembaruan peringatan dini BBMKG Wilayah I Medan sepanjang periode 26 Oktober hingga 2 November 2026.