SUMATERA UTARA — Aplikasi Flipcorder menawarkan pengalaman merekam video bergaya camcorder lawas di iPhone, dengan seluruh footage harian tersimpan dalam satu "kaset" berkapasitas hingga 30 menit. Aplikasi ini dioptimalkan untuk iPhone Duo, tetapi tetap berjalan di semua model iPhone lain yang menjalankan iOS 26 atau lebih baru. Pendekatan rekaman per 20 detik membuat Flipcorder menyasar pengguna yang ingin menangkap momen kecil tanpa proses editing.
Flipcorder mengadopsi cara kerja kamera tape sungguhan. Setiap klip yang direkam sepanjang hari otomatis tergabung ke dalam satu kaset virtual, bukan tersimpan sebagai file video terpisah seperti aplikasi kamera konvensional.
Pengguna cukup menekan tombol rekam berwarna merah untuk mulai mengambil gambar. Tidak ada proses penyuntingan atau pengaturan rumit di dalamnya.
Setiap rekaman dibatasi 20 detik per klip, lalu dirangkai menjadi satu kesatuan berdurasi maksimal 30 menit. Pendekatan ini meniru pengalaman merekam momen spontan dengan camcorder genggam.
Fokusnya bukan pada hasil video yang rapi, melainkan pada kesan mentah dan apa adanya dari footage yang ditangkap.
Flipcorder menyediakan filter bergaya VHS dan MiniDV bagi pengguna yang ingin nuansa retro lebih kental. Meski begitu, aplikasi ini juga membolehkan perekaman video kualitas tinggi.
Jadi, pengguna bisa tetap mendapatkan hasil tajam sekaligus menikmati format kompilasi bergaya kaset yang menjadi ciri utama aplikasi.
Pada iPhone Duo, layar bagian dalam yang lebih luas dimanfaatkan untuk menampilkan pratinjau footage. Antarmuka bernuansa nostalgia ikut ditampilkan di area layar besar tersebut.
Model iPhone lain tetap bisa memakai Flipcorder, hanya saja pengalaman pratinjau di layar lipat tidak tersedia.
Flipcorder dijual dengan skema sekali beli seharga 4,99 dolar AS di App Store. Tidak ada pembelian dalam aplikasi tambahan maupun iklan setelah pengguna membayar di muka.
Aplikasi ini mensyaratkan perangkat menjalankan iOS 26 atau versi lebih baru. Pengguna iPhone di Indonesia yang tertarik pada gaya rekaman retro perlu memastikan sistem operasinya sudah diperbarui sebelum mengunduh.
Flipcorder masuk kategori aplikasi indie yang menggarap ceruk pasar spesifik, yakni pengguna yang merindukan estetika video rumahan era 1990-an hingga awal 2000-an.