Lima IUP Emas-Tembaga Senilai Rp 5.400 Triliun Dilaporkan ke Prabowo

Penulis: Saiful  •  Sabtu, 24 Oktober 2026 | 08:19:31 WIB
Menteri Bahlil Lahadalia menyampaikan keterangan kepada awak media di Kementerian ESDM, Jakarta Pusat, Jumat (23/10/2026).

SUMATERA UTARA — Lima izin usaha pertambangan yang dilaporkan ke Presiden Prabowo Subianto menyimpan cadangan emas dan tembaga senilai Rp 5.400 triliun, setara US$ 300 miliar. Menteri Koordinator Hilirisasi dan Transisi Energi Bahlil Lahadalia menyebut nilai itu sudah berstatus proven dan tersebar di NTB, Papua, serta sejumlah wilayah lain.

Bahlil merinci komoditas utama kelima konsesi tersebut adalah tembaga dan emas. Pernyataan itu disampaikan seusai dirinya menemui awak media di Kementerian ESDM, Jakarta Pusat, Jumat (23/10/2026).

Sebelumnya, Prabowo menerima laporan yang menyebut ada lima dari sekian ratus IUP dengan cadangan proven berdasarkan studi cadangan. Nilainya mencapai Rp 5.400 triliun atau US$ 300 miliar. Menurut Prabowo, tinggal menunggu proses pertambangan berjalan.

Lokasi Konsesi Tersebar di NTB, Papua, dan Wilayah Lain

Bahlil yang juga menjabat Menteri ESDM menyebut lokasi kelima IUP berada di Nusa Tenggara Barat dan Papua. Ia mengaku lupa beberapa daerah lainnya.

"Itu ada di NTB. Kemudian ada juga di Papua. Ada beberapa daerah lagi, saya lupa. Tapi ada lima yang diminta untuk dievaluasi, ya," ujar Bahlil.

Pemerintah kini menyiapkan pendalaman potensi mineral di kelima konsesi tersebut. Langkah ini menjadi tahap lanjutan sebelum proses pertambangan dimulai.

Prabowo Minta Seleksi IUP Diperketat

Prabowo meminta seluruh pihak, dari pusat hingga desa, memahami tanggung jawab mengelola kekayaan negara untuk kepentingan masyarakat. Ia menegaskan pembagian IUP tidak boleh lagi dilakukan secara serampangan.

Menurutnya, banyak konsesi pertambangan di Indonesia tidak digarap dengan baik oleh perusahaan pemegang izin. Karena itu, seleksi pemberian izin tambang harus lebih ketat.

Setiap calon pemegang izin mesti dinilai lebih dulu apakah mampu memaksimalkan potensi lokasi yang diberikan. Evaluasi ini menjadi syarat sebelum izin diterbitkan.

Apa Artinya bagi Investor Sektor Tambang

Nilai cadangan Rp 5.400 triliun menempatkan kelima konsesi sebagai salah satu aset mineral terbesar yang pernah dipaparkan secara terbuka oleh pemerintah. Angka itu sekitar empat kali lipat penerimaan negara dari sektor minerba dalam beberapa tahun terakhir, meski realisasi produksi masih bergantung pada kesiapan infrastruktur dan perizinan.

Bagi pelaku pasar, status proven yang disebut Prabowo menjadi sinyal positif. Namun belum ada keterangan resmi soal pemegang IUP, jadwal produksi, maupun skema kemitraan dengan investor strategis. Ketiga informasi itu biasanya menjadi pemicu utama reaksi harga saham emiten tambang di BEI.

Bahlil menegaskan pendalaman potensi mineral sedang berjalan. Pemerintah belum membeberkan nama perusahaan maupun nilai investasi yang dibutuhkan untuk menggarap kelima konsesi tersebut.

Reporter: Saiful
Sumber: finance.detik.com This article was automatically rewritten by AI based on the source above without altering the facts of the original article.
Back to top