SUMATERA UTARA — Seorang PC enthusiast yang dikenal sebagai Blighted Agent mengubah dua modul RAM laptop bekas seharga USD 120 menjadi kit DDR5-7800 yang diperkirakan bernilai hingga USD 1.000. Proyek ini dilakukan dengan menyolder langsung chip memori SK hynix DDR5-5600 SO-DIMM 16 GB ke PCB RAM desktop kosong, bukan lewat adaptor. Hasilnya stabil di DDR5-7800 CL38, meski risikonya jelas tidak cocok untuk pengguna awam.
Harga RAM DDR5 yang melambung membuat sejumlah PC enthusiast mencari jalan pintas. Blighted Agent memilih rute paling ekstrem: melepas chip memori dari modul laptop dan menyoldernya ke papan sirkuit RAM desktop. Total biaya yang dikeluarkan sekitar USD 175, sudah termasuk pembelian PCB RAM desktop kosong dan heatsink.
Di pasaran sudah beredar adaptor SO-DIMM ke LONGDIMM yang memungkinkan modul laptop dipasang di slot desktop. Blighted Agent menilai adaptor semacam itu punya bottleneck pada bagian konektor, sehingga performa tidak bisa maksimal.
Karena itu ia memilih jalur penyolderan langsung. Chip memori dilepas dari PCB RAM laptop, bola solder dipasang ulang, lalu chip tersebut disolder ke PCB desktop. Chip SPD dan BIOS dari modul lama ikut dipindahkan agar RAM tetap dikenali motherboard.
Setelah pengaturan kecepatan dan timing, kit rakitan tersebut berjalan stabil pada DDR5-7800 CL38 dengan tegangan 1,40 V. Uji stres selama 90 menit dilewati tanpa error, dan seluruh sistem berjalan normal.
Sebagai pembanding, kit DDR5 desktop 32 GB baru dengan kecepatan 6000 MT/s di pasar AS berada di kisaran USD 449. Dengan biaya eksperimen sekitar USD 175, selisih penghematannya cukup besar.
Penyolderan chip memori tergolong rumit. Kesalahan sekecil apa pun bisa merusak chip atau membuat RAM gagal berfungsi, sementara proses