ALVA Dapat Fasilitas Pembiayaan Rp358,2 Miliar dari Standard Chartered

Penulis: Sutomo  •  Rabu, 21 Oktober 2026 | 13:18:31 WIB
Pabrik motor listrik ALVA di Cikarang, Jawa Barat, menjadi basis produksi seluruh lini kendaraan listrik perusahaan.

SUMATERA UTARA — PT Electra Mobilitas Indonesia (EMI), produsen motor listrik ALVA, memperoleh peningkatan fasilitas pembiayaan dari Standard Chartered Indonesia menjadi 20 juta dolar AS atau setara Rp358,2 miliar. Dana tersebut dipakai untuk operasional, pengadaan bahan baku dan komponen, serta pengembangan bisnis perusahaan. Fasilitas ini memperpanjang kerja sama kedua pihak yang sudah berjalan sejak 2022.

Peningkatan plafon pembiayaan disepakati melalui fasilitas pembiayaan perdagangan berkelanjutan yang sebelumnya telah dipakai EMI sejak 2022. Nilai barunya kini menyentuh 20 juta dolar AS, naik dari komitmen awal yang tidak dirinci dalam keterangan resmi perusahaan.

EMI merupakan anak usaha PT Indika Energy Tbk yang mengoperasikan fasilitas manufaktur motor listrik di Cikarang, Jawa Barat. Pabrik di kawasan industri tersebut menjadi basis produksi seluruh lini motor listrik ALVA yang dipasarkan di Indonesia.

Alokasi Dana: Operasional hingga Pengadaan Komponen

Fasilitas pembiayaan diarahkan ke empat kebutuhan utama perusahaan. Pengadaan bahan baku dan komponen disebut sebagai prioritas karena berkaitan langsung dengan kesinambungan lini produksi.

  • Mendukung operasional perusahaan sehari-hari
  • Pengadaan bahan baku dan komponen produksi
  • Pengembangan bisnis dan kapabilitas manufaktur
  • Pengembangan produk di Indonesia

CEO ALVA Purbaja Pantja menyebut tambahan plafon ini memberi fleksibilitas pendanaan yang lebih besar. Menurutnya, dukungan tersebut membantu menjaga kesinambungan pengadaan bahan baku dan komponen.

"Dukungan ini membantu kami menjaga kesinambungan pengadaan bahan baku dan komponen, seiring penguatan kapabilitas manufaktur dan pengembangan produk di Indonesia," kata Purbaja dalam keterangan tertulis.

145 Juta Sepeda Motor Jadi Basis Perhitungan Pasar

CEO Indonesia Standard Chartered Donny Donosepoetro menyebut sekitar 145 juta unit sepeda motor beredar di Indonesia. Angka itu dijadikan dasar penilaian bahwa motor listrik punya ruang tumbuh sebagai pilihan transportasi sekaligus bagian dari transisi energi.

Standard Chartered menilai percepatan adopsi motor listrik tidak cukup hanya bergantung pada minat masyarakat. Kapasitas produksi dalam negeri, ketersediaan bahan baku dan komponen, serta akses pembiayaan disebut sebagai tiga faktor penentu lainnya.

"Peningkatan fasilitas pembiayaan ini mencerminkan komitmen kami untuk terus mendukung pertumbuhan EMI sekaligus pengembangan industri kendaraan listrik di Indonesia," ujar Donny.

Bagian dari Pembiayaan Ekonomi Rendah Karbon

Standard Chartered menyatakan fasilitas ini masuk dalam kerangka dukungan transisi menuju ekonomi rendah karbon. Sektor energi, transportasi, dan industri menjadi tiga area yang disasar lewat skema pembiayaan tersebut.

Bagi ALVA, tambahan dana ini datang di tengah persaingan motor listrik lokal yang semakin ketat. Kapasitas produksi di Cikarang menjadi modal utama untuk menjaga pasokan unit ke jaringan dealer seiring permintaan yang terus bergerak.

Reporter: Sutomo
Sumber: ekonomi.republika.co.id This article was automatically rewritten by AI based on the source above without altering the facts of the original article.
Back to top