SUMATERA UTARA — Purbaya mengumpulkan para analis ekonomi sektor keuangan dalam pertemuan tertutup di Jakarta, Kamis (27/8), untuk menjaring masukan kritis sekaligus mendiseminasikan kondisi fiskal dan moneter terbaru. Langkah ini diambil di tengah tekanan global yang meningkat, mulai dari konflik geopolitik, lonjakan harga energi, hingga volatilitas pasar keuangan yang masih tinggi.
"APBN akan terus menjadi shock absorber bagi perekonomian nasional sampai dengan akhir tahun 2026 ini," kata Purbaya dalam keterangan resminya. Ia menambahkan, keterlibatan analis ekonomi dibutuhkan untuk memitigasi risiko makroekonomi dan menjaga kredibilitas rancangan anggaran tahun depan.
Dalam penyusunan RAPBN 2027, pemerintah akan memprioritaskan program-program yang memiliki efek berganda (multiplier effect) besar. Purbaya menyebut tiga sektor utama yang menjadi sasaran: ketahanan pangan, hilirisasi industri, dan pengembangan sumber daya manusia (SDM).
Pendekatan anggaran tahun depan juga dibuat lebih antisipatif. Fleksibilitas belanja akan diperbesar agar pemerintah punya ruang gerak yang cukup untuk merespons gejolak eksternal yang tidak terduga. Meski begitu, defisit anggaran tetap dijaga pada level yang sehat dan kredibel agar kepercayaan investor tidak tergerus.
Purbaya menegaskan bahwa penerimaan pajak akan dioptimalkan melalui dua jalur utama: ekstensifikasi dan intensifikasi. Upaya ini dilakukan tanpa mengubah tarif pajak, melainkan dengan memperluas basis pajak melalui pemanfaatan data, meningkatkan kepatuhan sukarela lewat layanan yang lebih mudah, serta menegakkan hukum secara adil.
Ia mengklaim strategi ini sudah terbukti berhasil dalam beberapa bulan terakhir. "Dalam 7-8 bulan terakhir ini tax tumbuh, padahal saya tidak naikkan tax rate, tapi saya pastikan orang kerja dalam kondisi baik," ujarnya. Menurutnya, pertumbuhan ekonomi yang lebih cepat dengan sistem penagihan yang efisien akan otomatis mendongkrak penerimaan negara.
Di sisi pembiayaan, pemerintah berkomitmen melakukan diversifikasi sumber pendanaan untuk menjaga stabilitas pasar surat utang negara (SUN). Purbaya menyebut langkah ini krusial untuk memastikan resourcing pembiayaan tetap aman di tengah gejolak pasar keuangan global.
"Diversifikasi akan kita lakukan untuk menjaga resourcing pembiayaan surat utang kita. Kita masih bisa jaga stabilitas surat utang lebih baik, artinya stabilitas ekonomi juga lebih baik," pungkasnya. Pemerintah juga memastikan rasio utang tetap berada di jalur yang aman dan terkendali untuk menjaga kepercayaan investor jangka panjang.