Apple Lawan OpenAI soal Pencurian Rahasia Dagang, Minta Percepatan Proses Hukum

Penulis: Fajar  •  Rabu, 26 Agustus 2026 | 10:18:32 WIB
Apple mengajukan gugatan terhadap OpenAI terkait dugaan pencurian rahasia dagang ke pengadilan federal AS.

SUMATERA UTARA — Bulan ini, Apple resmi mengajukan gugatan ke pengadilan federal AS terhadap OpenAI, mantan karyawan yang kini bekerja di sana, serta perusahaan desain produk io Products. Apple menuding ketiganya terlibat dalam penyalahgunaan informasi kepemilikan dan rahasia dagang perusahaan. Gugatan ini diajukan hampir bersamaan dengan permohonan preliminary injunction yang bertujuan menghentikan penggunaan informasi tersebut selama kasus berjalan.

Dalam gugatannya, Apple menyebut kerugian yang dialami bersifat mendesak. Pihak perusahaan mengklaim setiap hari yang terlewat tanpa putusan pengadilan memberi kesempatan bagi OpenAI untuk mengintegrasikan pengetahuan atas informasi yang diduga dicuri ke dalam upaya pengembangan hardware mereka.

Mengapa Apple Minta Percepatan Pemeriksaan

Apple meminta pengadilan untuk memerintahkan produksi dokumen dan komunikasi lebih awal, pencitraan forensik terhadap perangkat dan akun, serta pemeriksaan saksi kunci. Secara spesifik, Apple menginginkan tanggapan tertulis atas pertanyaan mereka dalam 30 hari dan pemeriksaan korporat OpenAI dalam 50 hari, jauh sebelum proses discovery reguler dimulai.

Pihak Apple menegaskan percepatan ini diperlukan untuk mengungkap fakta yang bisa hilang seiring waktu dan menentukan sejauh mana informasi kepemilikan mereka telah disalahgunakan. "Apple membutuhkan percepatan discovery untuk mengungkap fakta-fakta yang memudar di luar kendalinya," demikian pernyataan Apple dalam motion yang diajukan.

Bantahan OpenAI dan Balasan Apple

OpenAI dan terdakwa lain menolak permintaan tersebut. Mereka menyebut permintaan Apple tidak perlu karena sebagian besar proses discovery reguler akan tumpang tindih dengan jadwal yang diusulkan. Pihak OpenAI juga menilai permintaan Apple terlalu luas, memberatkan, dan didasari tujuan yang tidak patut.

"Apple gagal menunjukkan alasan kuat yang mensyaratkan percepatan discovery. Permintaan ini tidak terkait dengan preliminary injunction dan tampak bertujuan mengintip rencana serta strategi produk kompetitif," demikian isi dokumen bantahan OpenAI.

Menanggapi hal itu, Apple akhirnya merespons dengan tegas. Apple menyatakan bantahan OpenAI justru menunjukkan sinyal negatif. "Tanpa perintah pengadilan, mereka akan keberatan, menunda, dan mengkondisikan proses discovery pada tuntutan timbal balik yang tidak relevan," tulis Apple dalam filing balasannya.

Batasan Waktu dan Fokus Permintaan Apple

Untuk menjawab keberatan soal batas waktu yang dinilai tidak jelas, Apple mempersempit permintaan dokumen. Apple secara spesifik meminta komunikasi, dokumen, dan materi yang berdekatan dengan 1 Agustus 2023, atau sekitar enam bulan sebelum salah satu mantan karyawan yang digugat, Mr. Tan, meninggalkan Apple untuk bergabung dengan OpenAI.

"Terdakwa berargumen permintaan Apple tidak terbatas pada kerangka waktu tertentu. Seharusnya mereka tidak memiliki informasi rahasia Apple dari periode waktu mana pun. Namun, untuk menjawab kekhawatiran tersebut, Apple secara spesifik menyebutkan permintaan komunikasi dan dokumen pada atau setelah 1 Agustus 2023," demikian bunyi dokumen terbaru Apple.

Kekhawatiran Soal Pengembangan Hardware OpenAI

Apple juga menekankan urgensi pemeriksaan saksi yang tidak bisa menunggu hingga akhir discovery. Pihak Apple khawatir OpenAI terus memanfaatkan rahasia dagang hardware mereka untuk mempercepat desain dan peluncuran perangkat sendiri.

"Terdakwa mengakui Apple seharusnya diizinkan melakukan pemeriksaan saksi, tetapi mereka mengusulkan hal itu hanya terjadi sekali di akhir discovery. Proposal itu tidak menjawab kebutuhan untuk segera mengetahui cakupan penyalahgunaan dan potensi penyebaran rahasia dagang Apple. Artinya, Apple harus menunggu berbulan-bulan atau bertahun-tahun untuk menanyai saksi. Sementara itu, OpenAI dapat terus menggunakan rahasia dagang hardware Apple sambil berlomba merancang dan meluncurkan perangkat kerasnya sendiri," tegas Apple.

Sidang untuk membahas permohonan percepatan discovery ini dijadwalkan digelar di hadapan Hakim Edward Davila pada 1 Oktober. Meski demikian, hakim berwenang memutuskan permintaan tersebut lebih cepat dari jadwal yang ditentukan.

Reporter: Fajar
Sumber: 9to5mac.com This article was automatically rewritten by AI based on the source above without altering the facts of the original article.
Back to top