SUMATERA UTARA — Gempa dangkal berkekuatan magnitudo 7,7 mengguncang wilayah Nagekeo, NTT, pada pukul 04.58 WIB. Pusat gempa berada di koordinat 8,41 derajat Lintang Selatan dan 121,39 derajat Bujur Timur, sekitar 30 kilometer timur laut Mbay, dengan kedalaman 15 kilometer.
Peringatan dini tsunami langsung dikeluarkan BMKG untuk empat provinsi: Nusa Tenggara Barat, Nusa Tenggara Timur, Sulawesi Selatan, dan Sulawesi Tenggara. Gelombang pertama tercatat di sejumlah titik pantai dalam dua jam setelah gempa.
Data BMKG menunjukkan beberapa lokasi telah kemasukan gelombang dengan ketinggian bervariasi. Maurole-Ende mencatat yang tertinggi dengan 0,94 meter, disusul Bulukumba di Sulawesi Selatan sebesar 0,54 meter, dan Pelabuhan Kewapante-Sikka 0,38 meter.
Labuan Bajo terdeteksi 0,36 meter, Baubau 0,30 meter, dan Flores Timur 0,25 meter. BMKG mengimbau masyarakat untuk terus mengikuti arahan dari BPBD, BNPB, dan BMKG selama status peringatan masih berlaku.
Kepala Pusat Data, Informasi dan Komunikasi Kebencanaan BNPB, Abdul Muhari, menegaskan langkah pertama yang harus dilakukan warga di wilayah pesisir adalah segera menjauh dari pantai. "Pertama harus menjauhi pantai. Kalau melihat situasi saat ini harus menjauhi pantai," kata Abdul dalam keterangannya, Sabtu (15/8).
Abdul meminta warga tidak kembali ke area pantai sebelum otoritas setempat menyatakan kondisi aman. Risiko gelombang susulan masih terbuka selama aktivitas seismik di wilayah Laut Flores belum mereda.
Pemerintah daerah di empat provinsi yang masuk daftar peringatan dini diminta mengaktifkan sirine dan jalur evakuasi. Masyarakat di pesisir diharapkan bergerak ke dataran lebih tinggi tanpa menunggu instruksi lanjutan jika merasakan guncangan kuat.
Gempa yang berpusat di kedalaman dangkal ini termasuk kategori merusak, mengingat magnitudo di atas 7,0 dengan episenter dekat daratan. BMKG sebelumnya mencatat rentetan aktivitas tektonik di kawasan Laut Flores dalam beberapa pekan terakhir, meski belum ada konfirmasi bahwa gempa Sabtu pagi merupakan rangkaian dari aktivitas tersebut.
Masyarakat diminta memantau informasi resmi dari kanal BMKG dan BNPB, serta tidak mempercayai kabar yang tidak dapat diverifikasi sumbernya.