Bulog: Stok Beras 5,25 Juta Ton Bukan Menumpuk, Terus Disalurkan ke Seluruh Indonesia

Penulis: Yasir  •  Selasa, 11 Agustus 2026 | 11:49:31 WIB
Stok beras Bulog tercatat 5,25 juta ton per 9 Agustus 2026 dan terus disalurkan sesuai kebutuhan pasar.

SUMATERA UTARA — Isu menumpuknya beras di gudang Bulog ditepis langsung oleh manajemen. Perum Bulog mencatat posisi stok beras mencapai sekitar 5,25 juta ton hingga 9 Agustus 2026. Angka ini bukan sekadar barang tersimpan, melainkan bagian dari siklus distribusi yang berjalan mengikuti permintaan pasar.

Prihasto Setyanto menjelaskan, stok tersebut tersebar di jaringan gudang milik Bulog di berbagai wilayah. Pergerakannya disesuaikan dengan kebutuhan penyaluran pangan di masing-masing daerah.

"Stok sebesar 5,25 juta ton itu tersebar di gudang-gudang BULOG di seluruh Indonesia dan terus bergerak mengikuti kebutuhan penyaluran pangan nasional," ungkapnya dalam keterangan resmi pada Senin (10/8/2026).

Akumulasi Serapan Petani dan Stok Awal Tahun

Untuk memahami besaran angka tersebut, perlu melihat catatan awal tahun. Pada 31 Desember 2025, Bulog menguasai stok beras sekitar 3,36 juta ton. Angka ini menjadi fondasi pasokan memasuki tahun 2026.

Sepanjang 1 Januari hingga 9 Agustus 2026, perusahaan pelat merah ini kembali menyerap gabah petani dalam negeri. Hasil konversi gabah tersebut setara dengan 3,67 juta ton beras, termasuk di dalamnya beras komersial.

Secara akumulatif, total stok yang dikelola Bulog sebelum memperhitungkan penyaluran mencapai sekitar 7 juta ton. Artinya, dari jumlah tersebut, telah terjadi pergerakan stok yang signifikan sehingga posisi akhir berada di angka 5,25 juta ton.

Penyaluran Jadi Kunci Pergerakan Stok

Selisih antara akumulasi total dan posisi akhir menunjukkan bahwa stok terus mengalir keluar. Penyaluran ini mencakup berbagai program pemerintah seperti bantuan pangan, operasi pasar, hingga kebutuhan komersial lainnya.

Dengan mekanisme ini, Bulog memastikan pasokan beras di pasar tetap stabil. Petani pun diuntungkan karena serapan gabah dalam negeri terus berjalan, menjaga harga di tingkat petani tetap wajar.

Posisi stok yang sehat ini menjadi bantalan bagi ketahanan pangan nasional. Masyarakat tidak perlu khawatir terhadap ketersediaan beras, karena Bulog memiliki cadangan yang cukup dan sistem distribusi yang aktif.

Ke depan, Bulog akan terus memantau pergerakan stok dan menyesuaikan penyaluran dengan kebutuhan riil di lapangan. Langkah ini memastikan setiap ton beras yang tersimpan di gudang memiliki tujuan yang jelas, bukan sekadar menumpuk tanpa fungsi.

Reporter: Yasir
Sumber: ekbis.sindonews.com This article was automatically rewritten by AI based on the source above without altering the facts of the original article.
Back to top