Bulog Sumut Naikkan Distribusi Beras SPHP Jadi 450 Ton per Hari Jelang Musim Panen, Harga Rp 13.100 per Kg

Penulis: Yasir  •  Minggu, 09 Agustus 2026 | 12:03:31 WIB
Bulog Sumatera Utara meningkatkan distribusi beras SPHP menjadi 450 ton per hari menjelang musim panen.

MEDAN — Bulog Sumatera Utara mempercepat laju distribusi beras SPHP di tengah pasar yang belum memasuki puncak panen. Volume penyaluran harian dinaikkan 50 persen dari sebelumnya 300 ton menjadi 450 ton untuk mengantisipasi potensi penurunan pasokan dari petani.

Kebijakan ini diumumkan Sabtu (8/8/2026) atau sekitar tiga pekan sebelum perkiraan awal musim panen gadu dimulai. Kepala Wilayah Bulog Sumut Budi Cahyanto menyebut peningkatan ini juga untuk meredam tekanan harga menjelang masa transisi panen.

“Memang terdapat potensi penurunan pasokan beras ke pasar, mengingat saat ini musim panen gadu baru mulai berlangsung sehingga volume panen belum mencapai puncaknya. Jadi kami perbanyak titik pendistribusian beras SPHP,” kata Budi dalam keterangan tertulisnya.

Beras SPHP Kini Tersedia di Ritel Modern dan Warung RPK

Untuk memperluas jangkauan, Bulog tidak hanya mengandalkan pasar tradisional. Beras SPHP kini disalurkan melalui warung sembako RPK, outlet di depan kantor dan gudang Bulog, serta Gerakan Pangan Murah (GPM) yang digelar bersama TNI/Polri dan pemerintah daerah di sejumlah kabupaten/kota Sumatera Utara.

Masyarakat juga bisa membeli beras ini di Indomaret dan jaringan ritel modern lainnya. Harga eceran tertinggi (HET) ditetapkan maksimal Rp 13.100 per kilogram atau Rp 65.500 untuk kemasan 5 kilogram.

Mengapa Stok Tetap Aman Jelang Panen?

Budi menegaskan cadangan beras di gudang Bulog Sumut masih mencukupi untuk memenuhi kebutuhan distribusi hingga masa panen tiba. Ia meminta warga tidak perlu khawatir terhadap ketersediaan pasokan dalam beberapa pekan ke depan.

“Ketersediaan stok beras Bulog Sumut saat ini masih mencukupi sehingga masyarakat tidak perlu mengkhawatirkan pasokan beras menjelang masuknya musim panen,” ujarnya.

Penambahan kuota harian ini merupakan bagian dari operasi pasar yang digencarkan pemerintah pusat. Tujuannya menjaga daya beli masyarakat di tengah gejolak harga pangan yang kerap terjadi pada periode paceklik kecil sebelum panen raya.

Dampak bagi Harga di Pasar Tradisional

Dengan tambahan 150 ton per hari, Bulog berharap harga beras di tingkat pedagang tetap stabil. Pasokan yang memadai di pasar tradisional menjadi kunci untuk mencegah spekulasi harga menjelang akhir bulan.

Distribusi yang diperluas ke kabupaten/kota juga menyasar daerah yang selama ini mengalami keterlambatan pasokan. Keterlibatan aparat keamanan dalam pelaksanaan GPM memastikan beras sampai ke konsumen dengan harga sesuai ketentuan.

Langkah ini akan berlanjut hingga produksi petani lokal kembali mengisi rantai pasok secara normal. Jika panen berjalan sesuai jadwal, tekanan terhadap harga diyakini akan mereda dengan sendirinya pada akhir Agustus 2026.

Reporter: Yasir
Sumber: gosumut.com This article was automatically rewritten by AI based on the source above without altering the facts of the original article.
Back to top