SUMATERA UTARA — Pengerahan besar-besaran ini berawal dari laporan pertama yang diterima Command Center Damkar Jakarta pukul 21.30 WIB. Awalnya, hanya dua unit mobil pemadam dengan 10 personel yang dikirim ke lokasi. Namun, kobaran api yang cepat membesar memaksa petugas menambah kekuatan secara signifikan.
"Pengerahan unit/personel: 20 unit/100 personel (17 unit JP; 3 unit pati kendal)," tulis Command Center Damkar Jakarta dalam laporan tertulisnya, Jumat (7/8) malam.
Pantauan dari sejumlah video yang beredar menunjukkan si jago merah membakar hampir separuh bangunan. Asap pekat berwarna gelap membubung dari lantai atas, menyelimuti kawasan Gambir dan menarik perhatian warga sekitar. Petugas di lapangan berupaya keras mencegah api merembet ke bagian gedung lain maupun bangunan di sebelahnya.
Hingga pukul 22.30 WIB, proses pemadaman masih berlangsung. "Dalam proses pemadaman (merah)," demikian bunyi laporan singkat Command Center Damkar Jakarta. Belum ada keterangan resmi mengenai penyebab pasti kebakaran serta potensi korban jiwa ataupun luka-luka dalam peristiwa ini.
Informasi mengenai ada atau tidaknya korban masih belum dapat dipastikan. Tim di lapangan fokus pada upaya pengendalian api agar tidak semakin meluas. Kondisi terkini gedung serta perkiraan kerusakan akibat insiden ini juga masih dalam tahap penanganan dan pendataan oleh pihak berwenang.
Kebakaran terjadi di malam hari saat aktivitas perkantoran umumnya telah berakhir. Namun, belum ada konfirmasi apakah masih ada petugas keamanan atau karyawan yang berada di dalam gedung pada saat kejadian berlangsung.
Standar operasional Dinas Penanggulangan Kebakaran dan Penyelamatan DKI Jakarta memberlakukan sistem pengerahan bertahap. Respons awal menggunakan unit terdekat untuk memastikan kecepatan tiba di lokasi. Jika api tidak terkendali, status siaga dinaikkan dan bantuan dikirim dari berbagai sektor hingga mencapai kekuatan maksimal seperti yang terjadi malam ini.
Dari total 20 unit yang dikerahkan, mayoritas merupakan unit pompa (JP) yang berfungsi menyuplai air ke titik api, sementara sisanya adalah unit patroli kendali. Puluhan personel terlihat bergantian menerjang kepanasan untuk memotong jalur api agar tidak merembet ke ruangan yang menyimpan dokumen penting milik Pemerintah Provinsi DKI Jakarta.