MEDAN — Kepala Bidang Penanganan Darurat BPBD Sumut Sri Wahyuni menyebutkan, dari total 61 rumah yang rusak, rinciannya adalah 42 unit mengalami rusak ringan, 11 unit rusak sedang, dan lima unit rusak berat. Beruntung, tidak ada korban luka maupun jiwa dalam peristiwa ini, namun lima jiwa terpaksa mengungsi ke tempat yang lebih aman.
Data Pusdalops Sumut menunjukkan Kecamatan Pagar Merbau menjadi wilayah dengan dampak terbesar. Sebanyak 19 rumah di kecamatan tersebut dilaporkan rusak akibat terjangan angin kencang.
Kecamatan Percut Sei Tuan menyusul dengan 16 rumah rusak, dan Kecamatan Pantai Labu mencatatkan 12 rumah terdampak. Adapun Kecamatan Beringin mencatat 11 rumah rusak, sementara Lubuk Pakam, Biru-Biru, dan Gunung Meriah masing-masing melaporkan satu rumah rusak.
Menyikapi kejadian ini, pemerintah kabupaten setempat telah bergerak dengan melakukan koordinasi bersama pemerintah kecamatan. Langkah ini diambil untuk meninjau langsung lokasi-lokasi terdampak dan memastikan penanganan berjalan cepat.
"Kondisi terkini dalam penanganan pemerintah setempat," ujar Sri Wahyuni di Medan, Kamis (6/7).
BPBD Sumut juga disebut telah melakukan koordinasi intensif terkait penanganan bencana di lokasi terdampak. Berbagai upaya penanganan atas kejadian ini telah dilakukan oleh pemerintah setempat bersama sejumlah pemangku kebijakan terkait.
Cuaca ekstrem yang melanda Deliserdang pada Rabu (5/7) dipicu oleh kombinasi hujan deras dan angin kencang. Kondisi ini menyebabkan sejumlah rumah warga mengalami kerusakan dengan tingkat keparahan yang bervariasi, mulai dari atap yang terbang hingga struktur bangunan yang ambruk.
Masyarakat diimbau untuk tetap waspada mengingat kondisi cuaca yang masih dinamis. Pemerintah daerah terus memantau perkembangan situasi di lapangan untuk memastikan proses pemulihan berjalan optimal.