SUMATERA UTARA — Produsen asal Vietnam, Vinfast, akhirnya mengumumkan tiga model motor listrik untuk pasar Indonesia pada 21 Juli 2026. Ketiganya adalah Vinfast Evo, Feliz II, dan Viper. Harga dibuka dari Rp 17,9 jutaan, bersaing langsung dengan produk seperti Selis, Volta, dan Alva. Sayangnya, hingga artikel ini ditulis, detail spesifikasi teknis yang dirilis masih sangat terbatas — jadi ulasan ini akan fokus pada apa yang sudah bisa kita nilai dari informasi resmi dan posisi produk di pasar.
Dari bocoran yang beredar, Vinfast Evo menjadi model termurah dengan harga mulai Rp 17,9 juta. Feliz II berada di kisaran menengah, sementara Viper menjadi yang tertinggi. Belum ada konfirmasi resmi soal perbedaan harga antar varian, tapi logika pasar motor listrik biasanya perbedaan fitur seperti baterai, jarak tempuh, dan desain yang membedakan harga.
Yang perlu dicatat: harga tersebut belum termasuk ongkos kirim, pajak, dan biaya STNK-BPKB. Jadi siapkan dana lebih sekitar 10-15 persen dari angka tersebut untuk biaya di luar motor.
Vinfast Evo tampil sebagai skuter listrik mungil dengan desain minimalis — cocok untuk pengguna yang butuh kendaraan harian pendek, misalnya ke pasar atau antar-jemput anak. Feliz II hadir dengan bodi lebih besar, mirip skuter matik 125cc konvensional, mengincar pengguna yang butuh ruang penyimpanan lebih lega. Viper, sesuai namanya, mengusung desain sporty dengan garis tajam dan posisi duduk lebih agresif, menargetkan anak muda yang ingin tampil beda.
Sayangnya, Vinfast belum merilis data dimensi, berat, atau kapasitas bagasi. Untuk motor listrik, bobot adalah faktor krusial — motor terlalu berat akan boros baterai dan susah bermanuver di macet. Kita tunggu data resminya.
Ini kelemahan paling kentara dari rilis perdana Vinfast. Tidak ada informasi soal kapasitas baterai (kWh), daya motor (kW), atau torsi. Tanpa data itu, mustahil menilai apakah motor ini setara dengan kompetitor seperti Volta 401 (baterai 60V 32Ah, motor 2000W) atau Alva One (baterai 4,5 kWh, motor 3 kW).
Yang bisa dipastikan: semua model menggunakan baterai lithium-ion yang bisa dilepas. Ini penting karena pengguna apartemen atau rumah tanpa garasi tetap bisa charge di dalam rumah. Tapi belum jelas berapa lama waktu pengisian daya dari kosong ke penuh, dan apakah baterai kompatibel dengan charger umum di Indonesia.
Vinfast mengklaim jarak tempuh sekitar 70-90 km untuk Evo, 80-100 km untuk Feliz II, dan 90-110 km untuk Viper — sekali charge. Tapi ingat, angka itu biasanya diukur dalam kondisi ideal: kecepatan konstan 30-40 km/jam, jalan datar, beban ringan, tanpa angin. Di kondisi realitas Indonesia — macet, tanjakan, beban pengendara 70 kg plus barang — jarak tempuh bisa turun 20-30 persen.
Jadi, ekspektasi realistis untuk Evo di pemakaian campuran: sekitar 50-60 km. Itu masih cukup untuk pulang-pergi kerja jarak 10-15 km, tapi tidak untuk pengguna yang hariannya 30 km lebih.
Vinfast Evo, Feliz II, dan Viper punya potensi sebagai alternatif motor listrik di Indonesia — terutama dengan harga start Rp 17,9 juta yang kompetitif. Tapi tanpa data teknis lengkap, jaringan purna jual yang jelas, dan review dari pengguna pertama, saya belum bisa merekomendasikan untuk langsung membeli.
Jika kamu tidak terburu-buru, tunggu hingga unit tersedia untuk test ride atau review dari pemilik awal. Baru setelah itu putuskan apakah Vinfast layak masuk garasimu — atau lebih baik pilih merek yang sudah punya track record di Indonesia.