MEDAN — Pergerakan Indeks Harga Saham Gabungan (IHSG) pada perdagangan hari ini, Selasa (21/7/2026), diproyeksikan masih memiliki potensi menguat meski dengan ruang kenaikan yang terbatas. Analis dari MNC Sekuritas menyebutkan bahwa secara teknikal, IHSG tengah berada pada fase akhir pola wave (c) dari wave [iv], sehingga potensi penguatan diperkirakan tidak akan terlalu besar.
Tim riset MNC Sekuritas memproyeksikan IHSG akan menguji area 6.264 pada perdagangan hari ini. Namun, mereka juga mengingatkan adanya risiko koreksi yang dapat membawa indeks turun ke kisaran 5.747 hingga 5.935. Skenario alternatif baru akan berlaku apabila IHSG berhasil menembus level 6.377, yang membuka peluang penguatan menuju area 6.450 hingga 6.545.
Penguatan IHSG pada perdagangan sebelumnya ditopang oleh sejumlah saham berkapitalisasi besar. Berdasarkan data Bursa Efek Indonesia (BEI), IHSG ditutup menguat setelah dibuka di level 6.197,47 dan sempat menyentuh level tertinggi 6.249,90. Sepanjang perdagangan, sebanyak 399 saham menguat, 210 saham melemah, dan 185 saham bergerak stagnan. Kapitalisasi pasar BEI tercatat mencapai Rp10.860,65 triliun.
Beberapa saham big caps mencatatkan kenaikan signifikan dan menjadi perhatian analis. Saham PT Chandra Asri Pacific Tbk. (TPIA) memimpin penguatan dengan kenaikan sekitar 9 persen ke level Rp2.120 per saham. Selain itu, saham PT Telkom Indonesia (Persero) Tbk. (TLKM) naik 1,88 persen menjadi Rp2.710, dan PT Bank Rakyat Indonesia (Persero) Tbk. (BBRI) menguat 1,68 persen ke level Rp3.020.
Saham PT Dian Swastatika Sentosa Tbk. (DSSA) juga menguat 1,88 persen ke level Rp815, sementara PT Amman Mineral Internasional Tbk. (AMMN) naik 1,78 persen menjadi Rp4.010. Kenaikan ini menunjukkan bahwa investor masih percaya diri terhadap fundamental emiten-emiten besar di tengah ketidakpastian pasar.
Dengan potensi penguatan yang terbatas dan risiko koreksi yang masih ada, analis menyarankan investor untuk lebih selektif dalam memilih saham. Fokus pada saham-saham big caps yang memiliki fundamental kuat dan likuiditas tinggi dinilai sebagai strategi yang lebih aman. Investor juga disarankan untuk mencermati level support dan resistance yang telah disebutkan sebagai acuan dalam mengambil keputusan transaksi.