Sopir Mobil Tangki Bantah Mogok di Sumut, Sebut Armada Siap tapi Distribusi BBM Tersendat

Penulis: Yasir  •  Jumat, 17 Juli 2026 | 11:48:01 WIB
Ratusan unit mobil tangki dan pengemudi mangkrak di pool tanpa tugas mengantar BBM ke SPBU di Sumut, meskipun armada dinyatakan siap beroperasi.

MEDAN — Seorang awak mobil tangki (AMT) yang ditemui di Medan, Rabu (15/7/2026), mengaku heran dengan kabar yang menyebut para sopir mogok kerja. Menurutnya, puluhan hingga ratusan unit mobil tangki dan pengemudi justru mangkrak di pool tanpa tugas mengantar BBM ke SPBU.

"AMT ready semua ya. Enggak ada itu yang katanya mogok kerja. Bahkan sampai perbantuan dari Aceh sana, AMT dipanggil. Sampai sana dipanggil kemari. Pergi kemari pun bukan kerja. Enggak ada. Duduk-duduk di kantin aja kadang," ujarnya kepada Kompas.com.

Armada Tambahan dari Aceh Justru Menganggur

Sopir yang meminta identitasnya dirahasiakan itu mempertanyakan langkah Pertamina yang mendatangkan awak tangki tambahan dari Provinsi Aceh dan melibatkan personel TNI untuk membantu distribusi. Menurut versinya, jumlah pengemudi yang tersedia di Sumut sebenarnya sudah mencukupi.

"Sampai sana dipanggil kemari. Pergi kemari pun bukan kerja. Duduk-duduk di kantin aja kadang," katanya menegaskan.

Pertamina Bantah Mogok, Akui Ada Pembenahan Manajemen

Pertamina Patra Niaga Regional Sumatera Bagian Utara (Sumbagut) membantah adanya aksi mogok. Executive General Manager Pertamina Patra Niaga Regional Sumbagut Sunardi menjelaskan, perusahaan tengah melakukan pembenahan pada pengelolaan transportasi dan pembinaan terhadap AMT yang dinilai kurang perform.

"Memang ada pembenahan manajemen di transportasi, tetapi tidak dalam konteks PHK massal. Jadi ada beberapa yang dilakukan pembinaan sopir-sopir mobil tangki yang kurang perform, kemudian ada beberapa yang secara performance-nya tidak memenuhi persyaratan, itu kita lakukan penyesuaian," kata Sunardi.

Dugaan Pengaturan Kuota BBM Subsidi: SPBU Minta 24.000 Liter, Dikirim 8.000 Liter

Perbedaan keterangan justru muncul terkait penyebab utama tersendatnya aliran BBM ke SPBU. AMT tersebut mengklaim stok BBM di depot tersedia dan ratusan mobil tangki dalam kondisi siap operasi. Ia menduga persoalan terletak pada jumlah alokasi BBM subsidi, khususnya Pertalite, yang dinilai dijatah lebih kecil dari permintaan pengelola SPBU.

"SPBU minta BBM Pertalite 24 ribu liter, tapi dikirim 8 ribu liter. Dijatah sama Pertamina. Ibaratnya kalau kelen mau minyak, kelen beli BBM Pertamax. Jadi Pertamax dibeli masyarakat mau enggak mau, walaupun mahal. Ini permainan jahat. Kalau sebelumnya enggak pernah gitu. Tahun lalu enggak gitu," ungkapnya.

Tudingan bahwa pengurangan volume Pertalite sengaja dilakukan untuk mendorong konsumen beralih ke Pertamax yang lebih mahal belum didukung data terbuka ataupun hasil pemeriksaan resmi dari pihak berwenang.

Target Normalisasi Distribusi pada Sabtu Pekan Ini

Pertamina menargetkan penyaluran BBM di Sumut kembali normal pada Sabtu (18/7/2026). Isu mogok dan antrean panjang di SPBU sempat ramai di media sosial bersamaan dengan kelangkaan beberapa jenis BBM di sejumlah titik. Hingga berita ini diturunkan, pernyataan AMT tersebut belum dapat diverifikasi secara independen oleh Kompas.com.

Reporter: Yasir
Sumber: medan.kompas.com This article was automatically rewritten by AI based on the source above without altering the facts of the original article.
Back to top