MEDAN — Ratusan mahasiswa Universitas Muhammadiyah Sumatera Utara (UMSU) memadati Auditorium kampus, Jalan Muchtar Basri No. 3 Medan, untuk mengikuti kuliah umum yang digelar PT Bank Syariah Indonesia (BSI). Acara ini menghadirkan Komisaris Independen BSI Nizar Ahmad Saputra serta Rektor IAI SEBI yang juga Komisaris BSI, Sigit Pramono, sebagai narasumber.
Kuliah umum dibuka oleh Wakil Rektor I UMSU Prof. Dr. H. Muhammad Arifin Gultom, mewakili Rektor UMSU Prof. Dr. Akrim. Dalam sambutannya, Arifin mengapresiasi sinergi yang telah terjalin antara UMSU dan BSI. Ia juga menyebut kontribusi BSI dalam pembangunan Masjid KH Ahmad Dahlan di lingkungan kampus.
“Alhamdulillah, BSI telah memberikan bantuan sebesar Rp2 miliar untuk mendukung pembangunan Masjid KH Ahmad Dahlan. Semoga menjadi amal jariyah dan membawa keberkahan bagi kita semua,” ujar Arifin.
Komisaris Independen BSI Nizar Ahmad Saputra mengatakan kuliah umum ini merupakan bentuk komitmen BSI dalam memperkuat literasi keuangan syariah di kalangan sivitas akademika. “Melalui kuliah umum ini, kami ingin memperkuat literasi keuangan syariah di lingkungan kampus. Terima kasih atas kepercayaan dan kolaborasi yang terjalin dengan UMSU,” katanya.
Pada sesi pemaparan, Sigit Pramono menyoroti masih banyaknya masyarakat yang belum memahami perbedaan mendasar antara perbankan syariah dan konvensional. “Masih banyak yang beranggapan bank syariah sama saja dengan bank konvensional, bahkan ada yang menilai margin bank syariah lebih besar,” ujarnya.
Menurut Sigit, ekonomi syariah dibangun di atas nilai akidah dan akhlak, dengan prinsip syariah yang mengatur aspek ibadah dan muamalah. “Dalam muamalah, Islam menawarkan konsep al-ibahah atau mubah. Artinya, seluruh aktivitas ekonomi dan interaksi sosial pada dasarnya diperbolehkan, kecuali ada dalil yang melarangnya,” jelasnya.
Sigit mendorong mahasiswa UMSU untuk terus memperdalam teori dan konsep ekonomi Islam melalui riset dan inovasi. Ia menilai kontribusi nyata dari akademisi sangat dibutuhkan untuk mendukung pembangunan ekonomi nasional dan mewujudkan target Indonesia Emas 2045.
Di akhir acara, BSI menyerahkan bantuan pendidikan secara simbolis kepada UMSU berupa BSI Scholarship dan bantuan pendidikan dhuafa senilai Rp 274.640.000. Bantuan diserahkan oleh Komisaris Independen BSI Nizar Ahmad Saputra didampingi Komisaris BSI Sigit Pramono dan Regional Chief Executive Officer (RCEO) BSI Region 2 Medan Taufan Anshari kepada Wakil Rektor I UMSU Muhammad Arifin Gultom.
Turut hadir dalam kegiatan ini Ketua Badan Pembina Harian (BPH) UMSU Prof. Dr. Agussani, Ketua PWM Sumatera Utara Prof. Dr. Hasyimsyah Nasution, jajaran BSI Region 2 Medan, pimpinan fakultas se-UMSU, serta ratusan mahasiswa peserta kuliah umum.