SERGAI — Ribuan mahasiswa Universitas Muslim Nusantara (UMN) Al-Washliyah Medan mulai bergerak ke pelosok Serdang Bedagai. Mereka bukan sekadar mengisi waktu libur, melainkan menjadi bagian dari program pembangunan desa yang dicanangkan pemkab setempat.
Pelepasan simbolis dilakukan langsung oleh Bupati H. Darma Wijaya di halaman Kantor Bupati Sergai, Senin (13/7/2026). Sebanyak 480 mahasiswa akan diterjunkan ke 48 desa di seluruh kabupaten.
Bupati yang akrab disapa Bang Wiwik itu menekankan bahwa KKN kali ini bukan sekadar formalitas akademik. Ia meminta mahasiswa menjadi agen perubahan di desa, terutama dalam bidang keagamaan dan pendidikan.
“Kami merasa bangga dan bersyukur karena melalui KKN ini mahasiswa dapat membantu meningkatkan pengetahuan masyarakat serta ikut mencerdaskan masyarakat, khususnya di bidang keagamaan,” ujar Bang Wiwik dalam sambutannya.
Selain mengajar, mahasiswa didorong untuk memetakan persoalan riil yang dihadapi warga. Temuan di lapangan nantinya akan menjadi masukan bagi pemkab untuk menyusun program pembangunan yang lebih tepat sasaran.
“Kehadiran mahasiswa di tengah masyarakat selain menjadi bagian dari proses akademik, juga diharapkan bisa memberikan kontribusi nyata bagi pembangunan desa,” kata Darma Wijaya.
Ia juga berharap para mahasiswa mampu menggali potensi sumber daya alam dan sumber daya manusia di pedesaan. Program yang dijalankan harus sesuai dengan kebutuhan spesifik masing-masing desa, bukan sekadar menyalin program dari daerah lain.
KKN ini merupakan bagian dari upaya mewujudkan visi pembangunan Kabupaten Sergai yang disebut “Mantab”: Maju, Tangguh, dan Berkelanjutan. Mahasiswa dianggap sebagai mitra strategis karena membawa gagasan segar dan penguasaan ilmu pengetahuan serta teknologi.
Bang Wiwik menegaskan bahwa mahasiswa, sebagai kalangan intelektual, memiliki tanggung jawab untuk terus meningkatkan kapasitas diri. Lewat implementasi Tri Dharma Perguruan Tinggi, kegiatan ini diharapkan menjadi sarana menyiapkan mahasiswa sebagai pendamping masyarakat dalam proses pemberdayaan desa.
Program KKN ini akan berlangsung selama 21 hari, terhitung mulai 13 Juli hingga 2 Agustus 2026. Selama periode itu, mahasiswa tinggal dan hidup bersama masyarakat di desa tujuan.
“Saya mendoakan agar seluruh rangkaian kegiatan berjalan lancar serta memberikan manfaat bagi masyarakat maupun mahasiswa sebagai bekal pengalaman pengabdian di tengah kehidupan sosial,” tandas Bang Wiwik di akhir sambutannya.