33 Kabupaten/Kota Unjuk Gigi di PRSU ke-50, Tiket Rp35 Ribu Dinilai Sepadan dengan Edukasi dan Hiburan

Penulis: Fajar  •  Selasa, 14 Juli 2026 | 17:12:50 WIB
Pengunjung memadati area pameran PRSU ke-50 di Medan pada Senin (13/7/2026).

MEDAN — Antusiasme warga Sumatera Utara memadati PRSU ke-50 terus meningkat sejak pembukaan pada 3 Juli 2026. Ajang tahunan ini tidak hanya menampilkan capaian pembangunan daerah, tetapi juga menjadi ruang bertemunya pemerintah, pelaku usaha, dan ekonomi kreatif dalam satu lokasi.

Kepala Biro Perekonomian Sumut, Poppy Marulita Hutagalung, mengatakan penyelenggara sengaja merancang PRSU agar harga tiket sebanding dengan nilai yang diperoleh pengunjung. “Pengunjung tidak hanya melihat pameran pembangunan tetapi juga mendapatkan pengalaman berisi edukasi, layanan publik dan hiburan, sekaligus bertemu serta mendukung UMKM Sumut agar terus tumbuh,” ujarnya, Senin (13/7/2026).

Tiket Rp35 Ribu, Pengunjung Bisa Jelajahi Paviliun dan Kumpulkan Stempel Hadiah

Rohma, warga Jalan SM Raja, Medan, mengaku puas setelah membayar tiket Rp35 ribu. “Kita bisa menjelajahi berbagai pameran pembangunan dari 33 kabupaten/kota, ada wahana permainan dan edukasi, produk UMKMnya bagus dan ada bazar kuliner,” katanya.

Setiap pembeli tiket mendapat lembar peta yang digunakan untuk mengumpulkan stempel dari paviliun dan stan sponsor. Syarat mendapatkan doorprize adalah mengumpulkan 30 stempel — 25 dari paviliun kabupaten/kota dan lima dari stan sponsor — tanpa melalui undian.

Rini S, warga Binjai, mengaku paling menikmati kunjungan ke paviliun daerah. “Di sini banyak spot foto yang menarik, ada penampilan budaya di panggung Keong, kita bisa lebih mengenal masing-masing daerah di Sumut dari informasi, program dan produk yang dipamerkan di paviliun daerah,” ujarnya. Ia mengaku baru mengumpulkan 10 stempel dan berharap bisa mencapai target 30 stempel untuk mendapatkan hadiah.

Ratusan UMKM Sumut Kebagian Panggung Promosi Langsung

Salah satu kekuatan PRSU tahun ini adalah komitmennya mengangkat produk UMKM Sumut. Ratusan pelaku UMKM dari berbagai sektor — kuliner, kerajinan, fesyen, hingga inovasi ekonomi kreatif — berpartisipasi di area pameran.

Pengunjung dapat berinteraksi langsung dengan pelaku usaha, mencicipi produk, dan melakukan transaksi di tempat. Kondisi ini menjadikan PRSU bukan sekadar ajang pameran, tetapi juga jembatan bagi UMKM Sumut untuk memperluas pasar dan meningkatkan daya saing.

PRSU ke-50 Buktikan Pameran Pembangunan Bisa Dikemas Menghibur

Keberhasilan PRSU ke-50 menunjukkan bahwa pameran pembangunan tidak harus kaku dan membosankan. Dengan menggabungkan unsur edukasi, promosi potensi daerah, hiburan, serta pemberdayaan UMKM, acara ini berhasil menjadi agenda strategis yang menggerakkan perekonomian sekaligus memperkuat promosi pembangunan Sumut.

Dukungan masyarakat yang terus meningkat dan keterlibatan pelaku usaha lokal yang semakin luas diharapkan menjadikan PRSU sebagai agenda tahunan yang dinantikan, bukan sekadar seremoni pembangunan.

Reporter: Fajar
Sumber: topmetro.news This article was automatically rewritten by AI based on the source above without altering the facts of the original article.
Back to top