MEDAN — Potensi retribusi parkir di Kota Medan dinilai masih bocor besar. Anggota DPRD Medan Fraksi PKS, Syaiful Ramadhan, mendorong agar penertiban yang dilakukan Tim Cakrawala Dinas Perhubungan tidak berhenti sebagai tontonan di media sosial, tetapi benar-benar berdampak pada peningkatan PAD.
“Penertiban yang dilakukan Tim Cakrawala patut kita apresiasi. Tetapi yang paling penting bukan sekadar viralnya penindakan, melainkan bagaimana program ini mampu meningkatkan pendapatan daerah dari sektor parkir secara signifikan,” ujar Syaiful di Gedung DPRD Medan, Senin (13/7/2026).
Syaiful membeberkan data yang memprihatinkan. Kontribusi retribusi parkir tepi jalan umum terhadap PAD Kota Medan hanya mencapai Rp 19,114 miliar dari target Rp 100 miliar. Capaian ini justru turun dibandingkan tahun sebelumnya yang sebesar Rp 24,883 miliar.
“Potensi yang ada sebenarnya sangat besar, tetapi realisasi pemasukannya belum maksimal. Karena itu seluruh program penertiban harus memiliki target yang jelas, yakni meningkatkan penerimaan daerah,” katanya.
Menurut politisi PKS tersebut, Pemkot Medan tidak bisa hanya mengandalkan operasi lapangan. Ia mendorong perbaikan sistem pengelolaan parkir yang lebih modern dan akuntabel untuk menutup celah kebocoran pendapatan.
“Pemerintah harus hadir memberikan solusi. Penataan parkir harus berjalan beriringan dengan peningkatan PAD sekaligus membuka dan menjaga lapangan pekerjaan. Jangan sampai penertiban hanya berujung pada penindakan tanpa ada skema pembinaan dan penataan yang lebih baik,” tegas Syaiful.
Syaiful juga mengingatkan aspek sosial dari penertiban ini. Ia menilai, penataan parkir harus memperhatikan nasib masyarakat yang selama ini menggantungkan penghasilan dari sektor tersebut. Penindakan tanpa pembinaan dikhawatirkan hanya memindahkan masalah, bukan menyelesaikannya.
“Kalau tata kelolanya diperbaiki, kebocoran bisa ditekan, PAD meningkat, masyarakat mendapatkan pelayanan yang lebih baik, dan para pelaksana parkir juga memiliki kepastian dalam bekerja. Itu yang seharusnya menjadi tujuan utama dari penertiban ini,” pungkas Syaiful.
Ia berharap langkah Dishub Medan melalui Tim Cakrawala menjadi bagian dari reformasi pengelolaan parkir yang mampu menciptakan ketertiban sekaligus manfaat nyata bagi keuangan daerah.