MEDAN — Langkah ini merupakan komitmen nyata perusahaan dalam mendukung program "Langit Biru" sekaligus menekan ketergantungan pada bahan bakar fosil, ujar Manager Humas Divre I Sumut, Anwar Yuli Prastyo, di Medan, Senin.
Penerapan bahan bakar nabati itu diaplikasikan secara menyeluruh untuk mendukung operasional mulai dari lokomotif, kereta pembangkit, hingga sarana operasional lainnya di wilayah kerja Sumatera Utara. Peralihan ke B50—campuran 50 persen minyak sawit dan 50 persen solar—merupakan wujud kepatuhan KAI terhadap Keputusan Menteri ESDM Nomor 257.K/EK.01/MEM.E/2026.
Regulasi tersebut diterbitkan pemerintah guna mempercepat kemandirian energi nasional dan menghentikan impor solar.
Anwar menambahkan, penggunaan BioSolar B50 secara ilmiah memberikan dampak positif signifikan terhadap kualitas udara di Sumatera Utara. Secara teknis, pemanfaatan B50 terbukti mampu menurunkan tingkat kepekatan asap sisa pembakaran hingga mencapai 10,5 persen.
"Selama masa awal implementasi B50, operasional kereta api di Divre I Sumatera Utara berjalan normal. KAI terus melakukan pemantauan terhadap performa sarana sebagai bagian dari evaluasi sehingga pelayanan kepada pelanggan maupun pengguna jasa angkutan barang tetap berjalan aman, nyaman, selamat, dan tepat waktu," ujar Anwar.
Pada skala makro nasional, optimalisasi konsumsi B50 diproyeksikan dapat mereduksi emisi karbon dioksida (CO2) sebesar 4,8 juta ton lebih banyak jika dibandingkan dengan penggunaan B40 yang sebelumnya berada di angka 39,66 juta ton. Sebelum memasuki era B50, KAI Divre I Sumut tercatat telah menghabiskan Biodiesel B40 sebanyak 3.079.580 liter sepanjang periode 1 Januari hingga 4 Juli 2026.
Anwar menegaskan bahwa KAI akan terus menggandeng para pemangku kepentingan untuk memastikan penggunaan B50 ini bermanfaat demi keberlanjutan energi hijau sekaligus menjaga keandalan sarana perkeretaapian.
"Dengan penggunaan solar jenis B50 ini, KAI Divre I Sumatera Utara tidak hanya mengurangi ketergantungan pada bahan bakar fosil, tetapi secara aktif berkontribusi mewujudkan langit Sumatera Utara yang lebih bersih. KAI berkomitmen penuh menjaga keandalan sarana agar misi lingkungan ini berjalan selaras dengan aspek keselamatan perjalanan kereta api," katanya.