SERGAI — Warga Serdang Bedagai kini tak perlu lagi buru-buru meninggalkan pekerjaan pada siang hari untuk mengurus pajak kendaraan. Setiap akhir pekan, sebuah mobil pelayanan Samsat berwarna mencolok telah bersiap di Alun-alun Sei Rampah, tepat di depan Masjid Agung Sergai dan tak jauh dari Gerbang Tol Teluk Mengkudu.
Lokasi itu dipilih bukan tanpa alasan. Kawasan ruang terbuka publik tersebut merupakan salah satu titik aktivitas masyarakat yang paling ramai dan mudah dijangkau dari berbagai arah. Di sekitarnya, kursi-kursi telah disediakan bagi warga yang ingin bersantai sembari menunggu proses administrasi selesai.
Inovasi ini dibawa oleh Yuni Fibrianti, yang baru bertugas sebagai Kepala UPT Pependa Sei Rampah. Sebelumnya, ia sukses menjadi pelopor pelaksanaan Samsat Malam di Kota Binjai pada 2023 lalu.
Suasana pelayanan di Alun-alun Sei Rampah sengaja dibuat berbeda dengan kantor pemerintahan pada umumnya. Sebagai bentuk apresiasi, setiap warga yang membayar PKB pada layanan tersebut akan memperoleh satu liter minyak goreng selama persediaan masih tersedia.
“Tujuan utama kami adalah memberikan kemudahan. Ketika pelayanan semakin mudah dijangkau, masyarakat akan semakin terdorong untuk taat membayar pajak,” ujar Yuni dalam pernyataannya, Senin lalu.
Menurutnya, pendekatan pelayanan yang ramah, mudah, dan dekat dengan aktivitas masyarakat terbukti efektif ketika diterapkan di Binjai. Pengalaman itu kini menjadi bekal untuk menghadirkan pelayanan serupa di Sergai.
Keberhasilan layanan ini tak lepas dari sinergi antarlembaga. UPT Pependa Sei Rampah menggandeng Satlantas Polres Serdang Bedagai dan Bank Sumut untuk menggelar Samsat Malam setiap Sabtu.
Kolaborasi tersebut menjadi bukti bahwa pelayanan publik yang baik hanya dapat diwujudkan melalui kerja sama lintas sektor. Bagi Yuni, keberhasilan pelayanan bukan semata diukur dari besarnya penerimaan pajak, tetapi juga dari tumbuhnya kepercayaan masyarakat kepada pemerintah.
Ke depan, ia optimistis inovasi seperti Samsat Malam akan semakin memperkuat kepatuhan wajib pajak sekaligus mendukung peningkatan Pendapatan Asli Daerah (PAD) Kabupaten Serdang Bedagai.
Jejak yang pernah dimulai di Binjai kini kembali menyala di Serdang Bedagai—membawa pesan bahwa inovasi pelayanan publik akan selalu menemukan jalannya ketika dijalankan dengan komitmen, kolaborasi, dan keberpihakan kepada masyarakat.