Prancis menghadapi Spanyol pada semifinal pertama, menyajikan benturan dua filosofi bermain yang kontras. Tim besutan Didier Deschamps mengandalkan transisi cepat, kekuatan fisik, dan efektivitas penyelesaian akhir yang mematikan. Kylian Mbappé menjadi senjata utama Les Bleus, didukung Aurélien Tchouaméni, Eduardo Camavinga, serta William Saliba di lini belakang.
Spanyol tetap setia pada penguasaan bola murni. Lamine Yamal, Pedri, Nico Williams, dan Gavi menjadi motor utama permainan La Roja. Analis menilai jika Spanyol mampu menguasai lini tengah, mereka berpeluang besar mendikte jalannya pertandingan. Namun, setiap kehilangan bola membuka ruang bagi kecepatan serangan balik Prancis.
Prediksi skor akhir untuk laga ini adalah Prancis 2-1 Spanyol, dengan peluang lolos Les Bleus sebesar 55 persen. Pengalaman dalam laga besar menjadi modal utama Prancis untuk melaju ke partai puncak.
Semifinal kedua mempertemukan Inggris dan Argentina, laga yang disebut sebagai partai final lebih awal. FIFA mengonfirmasi pertandingan ini berlangsung pada Kamis, 16 Juli 2026 pukul 02.00 WIB di Stadion Atlanta, Amerika Serikat. Kedua tim lolos setelah melewati babak perempat final yang dramatis lewat perpanjangan waktu. Inggris menekuk Norwegia 2-1 berkat brace Jude Bellingham, sementara Argentina menumbangkan Swiss 3-1 melalui gol penentu Julián Álvarez di menit ke-112.
Laga diprediksi berjalan terbuka dengan tempo tinggi. Inggris memegang keunggulan dalam duel udara dan organisasi permainan, mengandalkan Jude Bellingham serta Declan Rice sebagai pengatur ritme di lini tengah. Argentina tampil jauh lebih berbahaya saat melakukan kombinasi cepat di sepertiga akhir lapangan melalui Alexis Mac Allister, Enzo Fernández, dan ketajaman Julián Álvarez.
Peran vital Lionel Messi menjadi sorotan utama. Sang maestro memimpin turnamen dengan torehan 8 gol dan 16 key passes. Pengalaman skuad Albiceleste dalam pertandingan sistem gugur dipercaya menjadi pembeda tipis. Prediksi skor akhir untuk laga ini adalah Argentina 2-1 Inggris, dengan peluang lolos Argentina sebesar 52 persen.
Apabila hasil semifinal sesuai perkiraan, partai puncak akan mempertemukan dua raksasa dunia: Prancis melawan Argentina. Laga tersebut berpotensi mengulang final Piala Dunia sebelumnya dengan kualitas permainan yang sama tinggi. Analis menilai Prancis sedikit lebih unggul dengan peluang juara 55 persen, berkat kedalaman skuad yang merata dan konsistensi permainan sepanjang turnamen. Argentina tetap menjadi ancaman terbesar berkat mental juara dan magis kreativitas Lionel Messi. (*)