Pengurus HCI Sumut Resmi Dilantik, Siapkan Beasiswa Kuliner untuk Anak Yatim dan Roadmap Wisata Kuliner Medan

Penulis: Saiful  •  Minggu, 12 Juli 2026 | 10:52:01 WIB
Pelantikan pengurus HCI Sumut resmi dilakukan untuk periode tiga tahun ke depan.

MEDAN — Pelantikan pengurus HCI Sumut dilakukan oleh Ketua Umum BPD HIPMI Sumut, Dian Iskandar Nasution, dan disaksikan langsung oleh Ketua Badan Pengurus Pusat (BPP) HIPMI Culinary Indonesia, Chikita Virginia Sebayang. Shandi Izhandri resmi memimpin organisasi untuk periode tiga tahun ke depan dengan visi memperkuat ekosistem UMKM kuliner di provinsi ini.

Beasiswa dan Pelatihan untuk Anak Yatim

Salah satu program unggulan yang langsung dicanangkan adalah pemberian beasiswa dan pelatihan keterampilan di bidang memasak, barista, dan katering. Sasaran program ini adalah anak-anak yatim di Sumatera Utara.

"Kami berencana mencari anak yatim untuk diberikan beasiswa dan pelatihan kuliner, seperti memasak, barista, dan katering. Harapannya, keterampilan yang mereka peroleh bisa menjadi modal untuk bekerja atau berwirausaha," kata Shandi dalam sambutannya.

Strategi Memperkuat Daya Saing Anggota

Untuk meningkatkan daya saing para pelaku UMKM, HCI Sumut akan menjalankan program bernama Level Up. Program ini mencakup pelatihan desain kemasan, branding, pemasaran, periklanan, hingga strategi bisnis. Seluruh anggota nantinya juga akan terintegrasi ke dalam website resmi HIPMI Culinary Indonesia yang dikelola oleh pengurus pusat.

Shandi menambahkan, pihaknya juga akan memperluas peluang usaha bagi anggota melalui penyediaan stan bazar dan memperkuat kolaborasi dengan berbagai pihak. "Kami siap berkolaborasi dalam berbagai kegiatan bazar. Jika ada penyelenggaraan bazar dari berbagai pihak, kami berharap HIPMI Culinary dapat dilibatkan," ujarnya.

Roadmap Wisata Kuliner untuk Tamu Hotel

Dalam waktu dekat, HCI Sumut juga akan menyusun roadmap atau peta jalan wisata kuliner Kota Medan. Buku panduan ini rencananya akan ditempatkan di sejumlah hotel sebagai referensi bagi wisatawan yang ingin menikmati kuliner khas Sumatera Utara.

Sebagai bentuk dukungan nyata antaranggota, pengurus juga akan rutin mengunjungi usaha kuliner milik anggota. "Setiap kunjungan dilakukan sebagai pelanggan dan tetap membayar produk yang kami nikmati. Ini bentuk dukungan agar usaha anggota terus berkembang," kata Shandi.

Target jangka panjangnya, HCI Sumut ingin menyelenggarakan bazar dan expo kuliner berskala besar di Lapangan Merdeka atau Lapangan Benteng, Medan.

Tantangan Pasar Medan yang Dinamis

Ketua Umum BPD HIPMI Sumut, Dian Iskandar Nasution, mengingatkan para pelaku UMKM untuk terus beradaptasi dengan perubahan selera pasar yang cepat di Kota Medan. Menurutnya, karakter konsumen di Medan sangat dinamis.

"Di Medan, rata-rata setiap tiga bulan kita harus mengubah rasa, memperbarui sistem, meningkatkan pelayanan kepada pelanggan, bahkan memikirkan produk baru yang akan ditawarkan," ujar Dian. Ia menekankan bahwa pelaku usaha tidak cukup hanya mengandalkan produk viral.

"Yang harus kita bangun bukan hanya acara atau kegiatan seremonial, tetapi ekosistem UMKM yang benar-benar membuat pelaku usaha bisa tumbuh, berkembang, dan naik kelas," tegasnya.

Target Menjadi Pemain Global

Sementara itu, Ketua BPP HIPMI Culinary Indonesia, Chikita Virginia Sebayang, mendorong agar pengurus HCI Sumut tidak hanya menjadi pemenang di tingkat lokal. Ia menyampaikan salam dari Menteri Ekonomi Kreatif yang berhalangan hadir.

"Kita jangan hanya menjadi local hero, tetapi juga harus menjadi global hero. Bagaimana makanan khas daerah kita bisa dikenal hingga ke mancanegara dan memberikan dampak di pasar internasional," ujar Chikita.

Menurutnya, kekayaan kuliner Sumatera Utara memiliki potensi besar untuk menjadi produk unggulan nasional jika didukung inovasi, kualitas, dan strategi pemasaran yang tepat. Pemerintah disebutnya membuka peluang kolaborasi yang lebih luas dengan sektor ekonomi kreatif.

Reporter: Saiful
Sumber: lensamedan.co.id This article was automatically rewritten by AI based on the source above without altering the facts of the original article.
Back to top