MEDAN — Kolaborasi antara pengelola PRSU dengan pelaku UMKM fesyen lokal kembali terjadi di gelaran tahunan tersebut. 061 apparel, merek yang baru berdiri pada 2024, dipercaya menyuplai merchandise resmi pameran terbesar di Sumatera Utara itu.
Owner 061 apparel, M Arief Siregar, menyebut produk yang dijual merupakan hasil inovasi anak muda Medan. "061 lagi berkolaborasi dengan PRSU, kita buat official merchandise PRSU. Kita kebetulan produk lokal asli Medan, jadi kita mau coba inovasi lah," ujarnya di lokasi, Rabu (8/7).
Seluruh produk didesain bertema Sumatera Utara. Agar lebih menarik bagi anak muda, 061 menggandeng kartunis Digidoy untuk menciptakan karakter-karakter kekinian yang diaplikasikan ke setiap helai pakaian.
"Target pasar kita memang ke anak muda, gen Z itu target utamanya. Kita kolaborasi juga kartunis Digidoy untuk karakter-kartunis yang kekinian, jadi daya tarik juga," tutur Arief.
Pengunjung yang membeli produk juga bisa berswafoto di photobooth dengan latar belakang mural khas Sumatera Utara yang disediakan di area pameran.
Produk-produk yang ditawarkan dibanderol mulai dari Rp120 ribu hingga Rp200 ribuan per helai. Meski baru berjalan hampir dua tahun, apparel ini sudah menjalin kerja sama dengan klub sepak bola profesional PSMS Medan untuk penyediaan merchandise.
"061 ini baru berjalan hampir dua tahun, terus tahun ini kita fokus di PSMS Medan untuk penyediaan merchandise. Sekarang belum masuk musim baru, jadi kita coba event-event seperti PRSU ini," papar Arief.
Menurut Arief, produk 061 apparel juga kerap digunakan oleh tokoh-tokoh di Sumatera Utara, termasuk Gubernur Sumut Bobby Nasution. "Kita sebenarnya didukung pak Gubernur, dia juga suka pakai brand kita ini di beberapa momennya. Mulai kaos, lalu kemeja identik dengan Sumut, dan beliau sering pakai," sebutnya.
Melalui ajang PRSU ke-50 ini, Arief berharap masyarakat semakin sadar untuk mencintai produk lokal. "Mengapa kalian harus beli produk 061, ya kita harus cinta produk lokal. Kami mau buktikan kalau produk lokal itu enggak kalah saing dari brand di luar, seperti Bandung dan Jogja," pungkasnya.