Dinas PMDPPA Toba Targetkan 32 Desa dan 20 Sekolah untuk Percepat Program Pemberdayaan dan Perlindungan Anak

Penulis: Sutomo  •  Kamis, 09 Juli 2026 | 12:53:01 WIB
Kepala Dinas PMDPPA Toba Melati Silalahi memantau sosialisasi penggunaan dana desa di 32 desa.

TOBA — Kepala Dinas PMDPPA Toba Melati Silalahi menyatakan pihaknya tengah merealisasikan berbagai rencana aksi yang telah ditetapkan. Target utama di bidang pemerintahan desa adalah pembinaan administrasi di 32 desa yang saat ini sudah berjalan.

Fokus pada Pengelolaan Dana Desa dan Perlindungan Anak

Melati menjelaskan sosialisasi penggunaan alokasi dana desa (ADD), bagi hasil pajak, dan dana desa telah dilakukan. Kegiatan itu dibuka langsung oleh Bupati Toba. Penggunaan dana desa tahap pertama akan dimonitoring di 32 desa yang tersebar di seluruh kecamatan.

“Sebelumnya kita sudah melakukan sosialisasi tentang penggunaan ADD, penggunaan bagi hasil pajak dan juga tentang dana desa yaitu dana transfer yang diterima oleh pemerintah desa itu ada 8 prioritas,” kata Melati di ruang kerjanya, Rabu (08/07/2026).

Pencegahan Perundungan Digencarkan di 20 Sekolah

Di bidang perlindungan anak, dinas menargetkan sosialisasi ke 20 sekolah. Langkah ini diambil menyusul maraknya kasus perundungan yang dialami pelajar di Kabupaten Toba. Seluruh pemangku kepentingan, termasuk Forkopimda, dilibatkan dalam kegiatan tersebut.

“Kami akan turun ke sekolah-sekolah dengan target 20 sekolah dalam hal pencegahan terhadap anak karena kita lihat adanya perundungan yang dialami anak-anak didik kita di Kabupaten Toba ini,” ujar Melati.

BUMDes dan BUMDesma Targetkan Musyawarah Pertanggungjawaban

Di bidang pemberdayaan masyarakat, setiap kecamatan ditargetkan mampu menggelar musyawarah pertanggungjawaban BUMDes dan BUMDesma. Saat ini proses tersebut sedang berjalan di beberapa kecamatan.

Sementara itu, bidang Kelembagaan Masyarakat Desa dan Adat (KMDA) tengah mengidentifikasi masyarakat hukum adat di Natinggir. Pembinaan juga dilakukan kepada Lembaga Kemasyarakatan Desa (LKD) di setiap kecamatan, terutama desa binaan PKK.

Kolaborasi dengan Pemangku Kepentingan Lain

Melati menyebut sejumlah kegiatan lain akan melibatkan stakeholder eksternal, seperti pemberdayaan perempuan di bidang UMKM, ekonomi, dan sosial. Peringatan Hari Anak Nasional juga masuk dalam agenda yang mendukung visi Toba Mantap 2029.

“Banyak sebenarnya kegiatan-kegiatan yang mendukung Toba Mantap 2029,” pungkasnya seraya mengakui efektivitas kerja di dinasnya masih perlu didukung penambahan staf.

Reporter: Sutomo
Sumber: orbitdigitaldaily.com This article was automatically rewritten by AI based on the source above without altering the facts of the original article.
Back to top