MEDAN — Pemerintah Kabupaten Batubara memanfaatkan ajang Pekan Raya Sumatera Utara (PRSU) 2026 untuk mempromosikan produk unggulan daerah yang dinilai strategis menekan laju inflasi. Produk tersebut adalah pasta cabai frozen dan pasta cabai kering yang diproduksi oleh Rumah Produksi Bersama (RPB) Petani Cabai di Desa Lubuk Cuik, Kecamatan Lima Puluh Pesisir.
Bupati Batubara H Baharuddin Siagian mengungkapkan, pabrik pasta cabai bantuan Kementerian Koperasi dan UKM RI itu mampu memproduksi hingga 6 ton cabai per hari. Dalam setahun, kapasitas produksinya mencapai sekitar 1.440 ton pasta cabai.
“Rumah Produksi Bersama atau Pabrik Pasta Cabai ini dirancang dengan kecepatan produksi mencapai 300 kg per jam. Fasilitas hilirisasi ini dibangun untuk memanfaatkan pasokan cabai dari wilayah sentra terbesar kedua di Sumut yang menghasilkan surplus 12-15 ton per hektare dan mencapai 40-50 ton per hari saat panen puncak,” ungkap H. Bahar yang juga Ketua Umum Persatuan Olahraga Tradisional Sumut dan mantan Kadispora Provsu, kepada kru Media Center PRSU.
Selain pasta cabai, Paviliun Pemkab Batubara juga menonjolkan aneka produk kerajinan UMKM dari berbagai desa. Mulai dari panganan khas pesisir hingga produk fashion khas Kabupaten Batubara turut meramaikan stand pameran.
Tim Peneliti dan Inovasi Tata Kelola Limbah Universitas Sumatera Utara (USU), Muhammad Sontang Sihotang dan Dara Aisyah, yang sempat berkunjung ke paviliun pada Senin (06/07/2026), mendorong Pemkab Batubara untuk menghadirkan produk inovasi limbah organik dari kulit kerang atau mentarang.
Produk tersebut, seperti kue rasidah, kue sampan, kue kipas berkalsium bu Linda, bandrek berkalsium Pak Jupri, dan es lilin berkalsium Bu Farida, telah diproduksi oleh pelaku UMKM di sejumlah desa pesisir. “Sebelum arena PRSU ditutup 2 Agustus 2026, diharapkan pelaku usaha produk inovasi limbah tersebut dapat dihadirkan beratraksi. Produk yang dihasilkan warga pesisir ini merupakan produk inovasi pertama dan satu-satunya yang ada di dunia,” ujar Muhammad Sontang Sihotang, yang juga Kepala Laboratorium Fisika Nuklir USU aktif turun ke dusun dan desa-desa di Kabupaten Batubara sebagai akademisi pengabdi masyarakat.