DELI SERDANG — Perjalanan SSB Tunas Muda Medan U12 meraih gelar juara tidaklah mudah. Mereka harus melewati tujuh pertandingan sejak babak penyisihan hingga final yang berlangsung seharian penuh, dari pukul 08.00 WIB hingga 18.00 WIB.
Di babak penyisihan Pool C, Tunas Muda langsung menunjukkan taji. Fikri menjadi pencetak gol tunggal kala mengalahkan SSB Surya Utama A dengan skor 1-0. Kemenangan beruntun diraih setelah Zuna memastikan kemenangan 1-0 atas SSB Sejati Pratama. Hasil ini membawa Tunas Muda keluar sebagai juara pool dan lolos ke babak 16 besar.
Pada babak 16 besar, Zuna tampil gemilang dengan mencetak dua gol alias brace ke gawang SSB Bintang Kejora. Kemenangan 2-0 membawa tim asuhan Yanto melaju ke perempatfinal. Di babak tersebut, Fikri kembali menjadi pahlawan lewat gol tunggal yang mengalahkan SSB Pondok Batuan dengan skor 1-0.
Babak semifinal menjadi ujian mental bagi para pemain muda Tunas Muda. Berhadapan dengan SSB Bintang Medsen, laga berakhir imbang 0-0 hingga waktu normal. Adu penalti pun harus digelar. Zuna dan Darma sukses menjalankan tugasnya sebagai algojo, sementara kiper Tunas Muda tampil gemilang dengan menggagalkan dua tendangan lawan. Skor 2-0 memastikan tiket ke final.
Di partai puncak, Tunas Muda kembali berjumpa dengan SSB Surya Utama. Pertandingan berlangsung ketat dan kembali harus ditentukan melalui adu penalti. Lagi-lagi Zuna dan Darma menjadi eksekutor yang dingin. Tunas Muda menang 2-1.
Bukan hanya gelar juara tim yang diraih. Penjaga gawang Tunas Muda, Jaya, dinobatkan sebagai kiper terbaik turnamen. Penampilannya yang konsisten di bawah mistar, terutama saat adu penalti, menjadi salah satu kunci keberhasilan tim.
"Selain meraih juara 1, alhamdulillah kita (SSB Tunas Muda Medan) juga meraih penjaga gawang terbaik yakni atas nama Jaya," kata Pelatih SSB Tunas Muda Medan, Yanto.
Turnamen yang diikuti 24 tim ini dibagi dalam delapan pool. Piala dan medali diserahkan langsung oleh mantan pemain timnas Indonesia sekaligus legenda PSMS Medan, Saktiawan Sinaga, yang namanya diabadikan sebagai nama turnamen.
Pelatih Yanto berharap turnamen semacam ini terus digelar untuk mengasah kemampuan pemain muda. "Ke depannya, dengan adanya setiap turnamen yang diikuti akan selalu dapat meningkatkan dan mengasah kemampuan para pemain muda SSB Tunas Muda Medan," ujarnya.