SUMATERA UTARA — Dalam pemantauan langsung, BPH Migas dan Ombudsman menguji kualitas serta volume BBM yang keluar dari nozzle di beberapa SPBU. Hasilnya, densitas, alat ukur, dan kandungan air pada BBM dinyatakan sesuai standar.
“Alhamdulillah mulai dari densitas, kemudian alat ukur, dan kandungan air (pada BBM), semua tidak ada yang terjadi melebihi dari ketentuan. Semuanya aman, apalagi kandungan air BBM, bersih (tidak ada kandungan air), tidak ada campuran apapun,” ujar Wahyudi di SPBU Kecamatan Tegalsari, Surabaya.
Kondisi ini menjadi kabar baik setelah beberapa pekan sebelumnya masyarakat di sejumlah titik mengeluhkan sulitnya mendapatkan BBM, terutama Pertalite dan Bio Solar.
BPH Migas mencatat, selama puncak libur sekolah dan long weekend, konsumsi Pertalite naik 14-25 persen tergantung lokasi SPBU. Sementara Bio Solar meningkat 20-25 persen. Lonjakan ini dipicu oleh tingginya mobilitas angkutan logistik dan kendaraan pribadi.
“Alhamdulillah semua ter-cover dan tidak ada masalah,” tegas Wahyudi.
Titik kepadatan kendaraan terpantau di Pelabuhan Tanjung Perak Surabaya, Tambak Osowilangun, Kebomas Gresik, hingga Rest Area KM 26 Tol Surabaya arah Malang.
Untuk mengantisipasi lonjakan, Pertamina Patra Niaga Area Jatimbalinus mengerahkan 226 mobil tangki dan 15 mobil tangki spot charter. Realisasi distribusi mencapai sekitar 11.350 kiloliter per trip. BPH Migas juga memfasilitasi alih alokasi BBM Solar dari Fuel Terminal Tuban dan Madiun untuk memperkuat pasokan di Surabaya.
Wakil Ketua Ombudsman RI Rahmadi Indra Tektona menilai, kondisi distribusi BBM di Jawa Timur kini sudah kondusif. Ia memastikan tidak ditemukan indikasi penyalahgunaan BBM subsidi di lapangan.
“Kami melihat secara langsung proses (penyaluran BBM) dari awal hingga akhir. Dan seperti kita ketahui bersama beberapa minggu lalu terjadi kelangkaan BBM, dan hari ini semua bisa berjalan kembali normal,” ucap Rahmadi.
Ia berharap koordinasi antarlembaga terus diperkuat agar persoalan serupa tak terulang. Sementara itu, Wahyudi mengimbau masyarakat tidak melakukan panic buying.
“Jangan sampai terjadi panic buying dengan membeli BBM melebihi dari kapasitas kebutuhan harian. Gunakan BBM secukupnya, agar membeli BBM secara bijak dan wajar sesuai dengan kebutuhan,” pungkas Wahyudi.