SUMATERA UTARA — PT Autopedia Sukses Lestari Tbk (ASLC) resmi mengumumkan aktor dan mantan pebasket Denny Sumargo sebagai wajah baru platform jual beli mobil bekas bergaransi mereka, Caroline.id. Pengumuman dilakukan pada Kamis (2/7/2026) di Jakarta, bersamaan dengan peluncuran kampanye terbaru.
Penunjukan ini terjadi di tengah dinamika pasar yang tidak biasa. Sepanjang 2025, narasi “mobil baru turun, mobil bekas naik” mendominasi. Kini kondisinya berbalik.
Data penjualan mobil baru menunjukkan tren positif. Pada Mei 2026, penjualan tercatat 69.219 unit, naik 14% dibanding periode yang sama tahun lalu. Secara kumulatif, Januari–Mei 2026 mencapai 359.015 unit, tumbuh 12,8%.
Di sisi lain, pasokan mobil bekas justru menyusut. Siklus tukar-tambah masyarakat melambat, membuat stok di periode Januari–Mei 2026 turun dibanding tahun sebelumnya. Ini menjadi tantangan bagi pelaku pasar mobil bekas.
Meski stok seret, kinerja Caroline.id tetap moncer. Pada kuartal I 2026, pendapatan platform ini tumbuh 51% year on year. Kontribusinya terhadap total revenue perusahaan juga melonjak dari 72,8% di 2025 menjadi 82,7% pada Q1 2026.
Angka ini menunjukkan bahwa mesin bisnis pemain besar tetap kencang. Kampanye "Yang Pasti Pasti Aja" bersama Densu—sapaan akrab Denny Sumargo—diharapkan bisa memperkuat posisi Caroline.id sebagai pilihan utama konsumen yang mengutamakan jaminan.
Pemilihan Denny Sumargo bukan tanpa alasan. Citra tegas dan direct yang melekat pada dirinya dinilai sejalan dengan nilai yang ingin ditonjolkan Caroline.id: kepastian dan kepercayaan. Di tengah pasar yang ketat, faktor trust menjadi pembeda utama.
“Kami ingin konsumen punya pegangan. Dengan Densu, pesan bahwa setiap mobil di Caroline.id sudah melalui proses seleksi dan bergaransi jadi lebih kuat,” ujar perwakilan manajemen dalam siaran pers.
Strategi ini relevan mengingat konsumen mobil bekas di Indonesia kerap dihantui kekhawatiran soal kondisi kendaraan. Garansi dan kurasi ketat menjadi nilai jual yang sulit ditandingi pedagang independen.
Ke depan, Caroline.id diprediksi akan terus menggencarkan kampanye ini di berbagai kanal, baik digital maupun offline, untuk menjaring lebih banyak penjual dan pembeli di tengah keterbatasan pasokan.