Dukung ADB Kembangkan KEK Sei Mangkei, Pemprov Sumut Targetkan Investasi Rp129 Triliun dan Serap 83.304 Tenaga Kerja pada 2031

Penulis: Yasir  •  Sabtu, 27 Juni 2026 | 18:02:31 WIB
Penjabat Sekda Sumut Sulaiman Harahap menegaskan pengembangan KEK Sei Mangkei sebagai pendorong pertumbuhan ekonomi daerah.

MEDAN — Penjabat Sekretaris Daerah Provinsi Sumut Sulaiman Harahap menegaskan bahwa pengembangan KEK Sei Mangkei menjadi salah satu pengungkit pertumbuhan ekonomi daerah. Hal itu disampaikannya usai menerima pejabat Kementerian Koordinator Bidang Perekonomian dan perwakilan ADB di Kantor Gubernur Sumut.

Kerja Sama Regional BIMP-EAGA, IMT-GT, dan GMS Jadi Motor Pengembangan

Workshop yang digelar merupakan bagian dari kerja sama subregional Brunei Darussalam-Indonesia-Malaysia-Philippines East ASEAN Growth Area (BIMP-EAGA), Indonesia-Malaysia-Thailand Growth Triangle (IMT-GT), dan Greater Mekong Subregion (GMS).

"Kami berharap kegiatan ini memperkuat kapasitas pengelolaan KEK, meningkatkan kualitas tata kelola kawasan ekonomi, mendukung pengembangan KEK Sei Mangkei sebagai kawasan unggulan Sumatera Utara," ujar Sulaiman.

Fokus pada Industri Sawit, Karet, Pariwisata, dan Logistik

KEK Sei Mangkei ditetapkan melalui Peraturan Pemerintah Nomor 29 Tahun 2012 dan resmi beroperasi pada 27 Januari 2015. Kawasan ini mengembangkan empat sektor utama: industri pengolahan kelapa sawit, pengolahan karet, pariwisata, dan logistik.

Menurut Sulaiman, Provinsi Sumut memiliki potensi perkebunan sawit yang sangat baik dengan produksi yang melimpah. Ia berharap pengembangan special economic zones dapat mendorong pertumbuhan ekonomi tidak hanya di Sumut tetapi juga di daerah sekitarnya.

IMT-GT ke-32 di Medan pada September 2026

Pemprov Sumut juga mendapat kepercayaan menjadi tuan rumah penyelenggaraan IMT-GT ke-32 di Medan pada September 2026. "Kepercayaan ini menjadi bukti pengakuan terhadap peran strategis Sumatera Utara dalam kerja sama ekonomi regional," tutur Sulaiman.

Asisten Deputi Kerja Sama Ekonomi Regional Deputi Kerja Sama Ekonomi dan Investasi Kementerian Koordinator Bidang Perekonomian Sonny Ameriansah Soekoer mengatakan pertemuan ini merupakan bagian persiapan penyelenggaraan IMT-GT ke-32. Ia menyebut ADB sebagai strategy advisor yang bisa dimanfaatkan untuk menyinergikan kebijakan pembangunan di Sumatera.

ADB: Workshop SEZ untuk Menentukan Koridor Pengembangan Ekonomi Daerah

Regional Cooperation Specialist Regional Cooperation and Integration Unit Southeast Asia Department ADB Pamela Asis-Layugan mengatakan pihaknya memiliki peran penting sebagai mitra pembangunan regional. "Melalui workshop SEZ maka dapat diketahui koridor mana yang patut kita kembangkan, sehingga kekuatan ekonomi daerah juga akan meningkat dan juga ekonomi nasional," ujarnya.

Pamela menambahkan bahwa ADB juga berperan meningkatkan kapasitas aparatur sipil negara melalui berbagai program capacity building. Materi yang diberikan mencakup berbagai isu strategis seperti pengembangan ekonomi, pariwisata, hingga sektor lainnya yang mendukung pembangunan kawasan.

Reporter: Yasir
Sumber: sumut.antaranews.com This article was automatically rewritten by AI based on the source above without altering the facts of the original article.
Back to top